Posts Mentioning RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • almahira 3:32 am on March 22, 2009 Permalink | Reply
    Tags: FLP, Jatinangor, motivasi   

    Motivasi Gabung FLP 

    Mengapa saya ingin ikut FLP?

    Saya ingin memulainya dengan kalimat: Mengapa saya ingin menulis?

    Saya ingin menjadikan kegiatan menulis sebagai bagian dari dakwah saya tuk mendidik masyarakat Indonesia. Namun, ada satu kendala yang saya hadapi: bahasa yang saya gunakan terlalu kaku dan kurang populer. Padahal untuk menjangkau pembaca yang lebih luas, penggunaan bahasa populer sangatlah penting.

    Saya memiliki kebiasaan menulis di blog. Tujuannya hanya satu: membiasakan diri menulis. Tapi pada akhirnya, saya berpikir, mengapa saya tidak berusaha untuk mempelajari bidang tulis-menulis? Kesempatan untuk berkontribusi di masyarakat sangat besar. Tapi masalahnya, saya belum memiliki media dan teman-teman yang mendukung keinginan saya untuk belajar.

    Saya berpikir tentang cara agar saya bisa terus belajar. Tahun depan, saya berencana tuk mempelajari gaya penulisan orang lain. Bukan untuk meniru, tetapi sebagai media pembelajaran. Apalagi saya menyadari bahwa tulisan saya sering tidak fokus dan masih berantakan bila dibandingkan dengan penulis lain.

    Saya menyadari, bila saya menulis sendiri, saya tidak kan pernah maju. Tulisan saya tidak akan dikritisi, pun saya tidak mengkritisi tulisan orang lain. Maksud saya disini, adalah mengkritisi dengan cara yang objektif. Ini memacu saya untuk ikut bergabung dalam Forum Lingkar Pena (FLP), walaupun saya belum tahu apa saja yang bisa saya dapatkan bila saya bergabung menjadi anggota FLP. Saya juga berharap kedepannya saya bisa menggunakan bahasa populer dalam sebuah tulisan, selain mendapatkan bayak teman baru tentunya.

    Salah satu kemampuan dasar dalam menulis adalah mendeskripsikan sesuatu dengan baik. Itu hal yang belum saya miliki. Sehinnga saat pertama kali mendengar seleksi awal FLP adalah membuat cerpen, saya cukup syok. Dengan bergabungnya saya di FLP, saya berharap saya bisa membiasakan diri mendeskripsikan sesuatu dengan baik. contohnya dengan membuat sebuah cerita.

    Saya menganggap bahwa modal terbesar yang saya miliki selama ini dalam mempelajari sesuatu hanya semangat dan keyakinan pada Allah SWT. Yakin bila saya mau berusaha, pasti kan ada jalan. Melalui seleksi FLP, saya membuktikan pada diri sendiri bahwa saya mau berusaha.

    Selain itu, melalui FLP, saya berharap agar saya lebih terpacu dan terus bersemangat untuk menulis serta mengingatkan saya bahwa tujuan saya menulis adalah untuk beribadah. Lagipula, berusaha bersama-sama akan lebih menyenangkan daripada sendirian.

    Almahira Az Zahra

     
    • Arie 1:08 am on April 16, 2009 Permalink | Reply

      Oi, gimana cara ikutan FLP?
      Gak ada informasi mulu…

    • almahira 11:41 am on April 20, 2009 Permalink | Reply

      waktu itu ORnya udah dibuka,,

      mungkin tunggu tahun depan kang… :)

      • Arie 5:04 pm on April 27, 2009 Permalink | Reply

        Waduh… tahun depan akku sibuk nih… skripsi. hehehe

    • Jaya 4:28 pm on April 27, 2009 Permalink | Reply

      alma memang punya bakat menulis, tulisannya enak dibaca dan sistematis gitu, salut dah pokoknya

  • almahira 1:54 am on March 11, 2009 Permalink | Reply
    Tags: kegiatan, nulis   

    Jadi Mentor Nulis 

    Banyak hal yang membuat saya harus berusaha menerima bahwa kita berbeda. Berusaha pula tuk menerima bahwa semua orang itu sama dihadapan Allah SWT.

    Saya tidak pernah merasa takut atau harus sangat-sangat hormat pada orang yang dianggap luar biasa oleh orang lain. Karena apa yang ia peroleh, itu adalah karunia dari Allah. Jadi, sewajarnya saja saya mengagumi. Kalaupun rasa hormat, bukankah kita memang harus seperti itu. Mau orang yang pendidikannya jauh lebih tinggi dari kita, pun sebaliknya. Dihormati adalah hak setiap orang didunia ini, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun.

    Minggu lalu, salah seorang teman mengajak saya untuk menjadi mentor menulis bagi teman-teman remaja di lembaga pemasyarakatan. Ini yang sulit: merubah persepsi dari kasihan menjadi perasaan ingin membuat orang lain maju.

    Maksud saya, ada beberapa wacana bahwa bisa mengadakan acara di lapas adalah satu pengalaman dan prestasi sendiri. Saya tidak menyalahkan pemikiran ini, pun membenarkannya. Menurut saya, mereka sama dengan kita. Hanya saja, posisi mereka sekarang tidak seberuntung kita.

    Saya menerima tawaran tersebut dan benar-benar berusaha untuk tahu apa yang bisa saya lakukan untuk mereka. Hal yang pertama saya tanyakan adalah: apa yang harus saya lakukan?

    Teman saya bilang, mereka ingin teman-teman remaja tersebut menulis atau membuat puisi yang dekat dengan diri mereka. Tulisan tersebut harus memiliki tujuan untuk siapa, penting, dan genting. Jangan sampai mereka menulis tentang global warming yang jelas-jelas ga nyambung dengan keseharian mereka. Intinya, mereka menulis untuk berbagi, itu yang saya tangkap.

    Saya kembali bingung, apa yang harus saya persiapkan. Lalu teman saya menyarankan untuk mencari tahu tentang musik hiphop. Ini dikarenakan selain pelatihan menulis, akan diadakan workshop lagu. Nantinya mereka akan diajarkan cara membuat lagu yang menurut teman saya dekat dengan keseharian mereka: hiphop. Jadi, saya disarankan untuk mencari tahu tentang lagu hiphop dan mendengarkannya agar tahu makna apa yang tersembunyi dari pengekspresian musisi hiphop terhadap karyanya. Doakan ya!

    Kembali mengenai menulis. Karena saya masih merasa kurang sebagai seorang mentor, saya bertanya pada kakak se-kostan saya yang kuliah di jurusan psikologi, menengai remaja. Apa yang bisa saya sentuh dari mereka, apa yang bisa saya lakukan untuk mengarahkan mereka, apa saja hal yang paling dekat dengan mereka, bahkan sampai kata-kata seperti apa yang bisa saya komunikasikan dengan mereka. Saya agak takut karena merasa kurang qualified sebagai mentor. Takut apa yang akan saya katakan kepada mereka salah, bertele-tele, terlalu dominan, dan yang lebih mengerikan mematahkan imajinasi dan kreativitas mereka.

    Tapi, pagi ini saya mendapatkan tips-tipsnya. Tentunya sudah saya catat di buku saya.

    Pastinya sebelum acara saya akan dibriefing terlebih dahulu. Selain itu, saya juga akan berdiskusi dan meminta pendapat apa dan bagaimana pada teman-teman lain yang sudah berpengalaman sebelumnya. Tapi, tak ada salahnya kan saya bersiap-siap dari awal?

    Saya ingin teman-teman remaja itu bisa bebas berekspresi.
    Saya ingin mereka menemukan apa yang akan mereka lakukan di masa depan nantinya.
    Saya ingin mereka tahu apa yang mereka inginkan.
    Saya ingin mereka yakin pada diri sendiri dan sukses di masa depan.
    Saya ingin mereka bisa melakukan hal yang terbaik dalam segala hal.
    Saya ingin mereka bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.

    Masih ada waktu satu minggu bagi saya untuk mempersiapkan diri dan memantapkan niat lebih baik. Semoga semuanya bisa terlaksana dengan baik. amin

     
    • Jaya 1:44 pm on March 13, 2009 Permalink | Reply

      Selamat ya jadi mentor nulis,,,
      Bagi donk tips-tipsnya

    • almahira 6:00 pm on March 13, 2009 Permalink | Reply

      hehehe

      doain ya! kalo udah selesai acaranya, nanti insya allah alma buat laporannya..

    • adiwena 5:08 am on March 19, 2009 Permalink | Reply

      Hooo, jadi mentor nulis itu tugas yang berat-tapi-asik. Kita bisa belajar lebih banyak tentang kekurangan kita waktu mau ngajarin orang lain sesuatu (Bah, udah kayak orang tua gini gw)

      Bon courage !!

    • almahira 1:14 pm on March 20, 2009 Permalink | Reply

      @adiwena..
      iya… betul tu
      banyak hal yang saya dapat dari kegiatan ini.
      terutama saat bekerja sama dalam tim.

  • almahira 12:09 pm on March 6, 2009 Permalink | Reply  

    Mentor Nulis 

    Hm,, tiba2 ada SMS masuk..
    katanya, mamaw jadi ga jadi mentor nulis? acaranya di lapas, targetnya anak2 remaja.

    hm,, mamaw sih akhirnya mau..

    doain ya..

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel