Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Obat Dewa


Steroid.

Orang menyebutnya obat dewa.

Obat-obatan steroid dibagi menjadi super potent, potent, intermediate potent, dan lower potent. Contoh-contoh dari steroid yang bisa saya ingat diantaranya dexamethasone, hydrocortisone, prednisone, betamethasone, momethasone furoate, dan klobethasone.

Wajar sih disebut obat  dewa, karena ketika keluhan muncul, gejala yang timbul bisa ditekan.

Obat-obatan

Apa sih yang sebenarnya efek dari steroid?

Efek yang paling sering digunakan adalah efek anti-inflamasi/peradangan. Inflamasi sendiri merupakan respon normal tubuh terhadap suatu infeksi/gangguan/ketidakseimbangan dalam tubuh. Pada dasarnya respon ini menguntungkan, namun acap kali kita merasa tidak nyaman akan efek yang ditimbulkan. Misalnya saja asma, eksim, radang tenggorokan, lupus, kusta dengan reaksi, sakit mata, dan banyak penyakit lainnya, termasuk demam. Intinya, inflamasi adalah respon awal tubuh. Terbayang bukan, betapa sebuah diagnosis tak bisa ditegakkan hanya dengan satu macam gejala.

Dengan menggunakan steroid, efek inflamasi bisa diminimalisir. Tanda inflamasi ada 5: pembengkakan, kemerahan, panas, nyeri, dan gangguan fungsi. Kalau kita merasa nyeri, rasa nyeri itu akan hilang. Pembengkakan bisa diminimalisir, misalnya pada pasien asma akibat saluran nafas yang membengkak. Efek yang diberikan steroid pun terbilang cepat. Tak heran banyak dokter menyukainya (tentu dengan pengawasan ketat). Murah dan cepat.

Hanya saja, masyarakat kita kadang tak berpikir panjang menggunakan steroid. Pun di apotek kita bisa membelinya dengan bebas. Padahal kalau saja kita tahu efeknya jika dikonsumsi tanpa pengawasan dokter, pasti akan pikir panjang lagi untuk menggunakannya. Sedihnya, banyak juga steroid yang terkandung di dalam produk jamu.

Beberapa efek samping dari penggunaan steroid jangka panjang misalnya glaukoma. Pernah ada kasus anak kecil dibawa ibunya ke RS Cicendo, ternyata glaukoma. Selidik punya selidik, dulunya si anak pernah berobat karena sakit mata dan diberi obat tetes mata oleh dokter. Sejak saat itu, setiap kali sakit mata, anaknya diberikan obat yang sama dan sang ibu membelinya sendiri tanpa resep dokter. Keluhan memang hilang, tapi tanpa disadari akan memicu reaksi lain (pada kasus ini meningkatkan tekanan bola mata). Kalau sudah parah, glaukoma menimbulkan kebutaan permanen.

Steroid juga sering digunakan untuk menggemukkan badan. Tapi percayalah, gemuk yang didapat biasanya kurang indah karena terlokalisir di bagian batang badan. Pun wajah bisa menjadi bulat seperti bulan purnama (moon face). Lalu jika tidak digunakan dengan benar, dapat mengganggu metabolisme dalam tubuh, terutama gula darah dan elektrolit. Banyak efek negatif yang bisa ditimbulkan, selain tentunya efek positif jika digunakan dengan benar.

Yang membuat sedih, kadang masyarakat menyalahkan petugas kesehatan. Padahal mereka sudah diberi tahu sebelumnya dan masih saja nekat menggunakan karena merasa lebih baik setelah menggunakannya. Memang, segala sesuatu harus sesuai ukurannya, karena kalau tidak malah akan menimbulkan petaka.

2 comments on “Obat Dewa

  1. ummu akira
    June 12, 2013

    Terimakasih informasinya, sangat membantu. Tapi bagaimana membedakan tingkatan steroid tersebut?. Dexamethason termasuk tingkatan mana?
    Kemarin saya baru saja selesai mengobati sakit mata anak saya (15 bln) dengan cendo polydex selama 8-10 hari, saya tidak tahu sebelumnya kalau kandungan dexamethason didalamnya bisa mengakibatkan kebutaan, saya menyesal. Tapi berapa lama sebenarnya pemakaian steroid secara terus menerus yang bisa mengakibatkan kebutaan?.

    • almahira
      September 5, 2013

      tergantung penyakitnya, bunda. kalau memang pemakaiannya perlu jangka panjang, catatan pentingnya harus dengan pengawasan dokter.
      kalau sakitnya bersifat tiba-tiba (misal asam urat kambuh), biasanya saya beri obat untuk 2-3 hari saja. untuk tetes mata amannya 4-5 hari, dengan pengurangan dosis pada hari ke 4 dan 5. itupun harus tahu dulu penyebab sakit matanya apa.
      untuk pemakaian jangka panjang, mohon maaf saya belum tahu. karena tiap pasien kondisinya berbeda.
      semoga membantu ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 12, 2012 by in kesehatan.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers

%d bloggers like this: