<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Never Ending Study . . .</title>
	<atom:link href="http://mylearningissue.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mylearningissue.wordpress.com</link>
	<description>Ini tentang proses menjadi orang yang lebih bertanggung jawab</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Sep 2009 15:57:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='mylearningissue.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ae58977ecf08c37081202912f10ba529?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Never Ending Study . . .</title>
		<link>http://mylearningissue.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Swine Flu: Teror Baru Dunia Kesehatan</title>
		<link>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/09/26/swine-flu-teror-baru-dunia-kesehatan/</link>
		<comments>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/09/26/swine-flu-teror-baru-dunia-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 15:46:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almahira</dc:creator>
				<category><![CDATA[MEDICINUS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mylearningissue.wordpress.com/2009/09/26/swine-flu-teror-baru-dunia-kesehatan/</guid>
		<description><![CDATA[
 

Dunia dikagetkan oleh teror virus baru. Setelah sebelumnya virus H5N1 atau avian flu melanda sejumlah negara, termasuk Indonesia, kini virus swine flu mulai menghantui dunia Internasional.
 

Swine flu atau flu babi, adalah penyakit saluran pernafasan pada babi yang disebabkan oleh virus Influenza tipe A. Virus ini biasa menjangkiti babi sepanjang tahun, khususnya saat pergantian musim gugur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=87&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div><em></em></div>
<p> </p>
<p><em></p>
<p style="text-align:center;">Dunia dikagetkan oleh teror virus baru. Setelah sebelumnya virus H5N1 atau avian flu melanda sejumlah negara, termasuk Indonesia, kini virus swine flu mulai menghantui dunia Internasional.</p>
<p> </p>
<p></em></p>
<p>Swine flu atau flu babi, adalah penyakit saluran pernafasan pada babi yang disebabkan oleh virus Influenza tipe A. Virus ini biasa menjangkiti babi sepanjang tahun, khususnya saat pergantian musim gugur ke musim dingin.</p>
<p>Beragam pendapat muncul mengenai keberadaan virus ini. Pada awal pandemi disebutkan bahwa virus ditularkan melalui hewan babi. Namun setelah beberapa waktu, inspeksi di peternakan-peternakan babi yang dilakukan di Meksiko dan AS tidak menemukan tanda-tanda virus tersebut pada binatang ini.</p>
<p>Sebelumnya Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) yang bermarkas di Paris, Prancis juga telah menyatakan bahwa penggunaan istilah flu babi adalah keliru. Virus strain baru ini memiliki gabungan komponen virus flu manusia, unggas dan babi. Sejak tanggal 1 Mei 2009, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengganti istilah swine flu atau flu babi menjadi flu H1N1.</p>
<p><strong>Proses Penyebaran</strong></p>
<p>Virus flu H1N1 yang kini mewabah bermula dari Meksiko dan kemudian menyebar ke sejumlah negara, seperti AS, Kanada, Selandia Baru, Spanyol, Israel, Inggris, Australia, Brazil, Perancis, Chili, Denmark, Swiss, Austria, Kolombia, Jerman, Norwegia, Korea Selatan, dan Guatemala.</p>
<p>Seperti umumnya virus influenza, jalur masuk utama penyebaran virus adalah sistem pernapasan. Ini bisa terjadi jika orang yang mengidap virus mengalami batuk atau bersin, sehingga virus tersebut dapat berada di udara dan menular pada orang sehat.</p>
<p>Secara teoritis, virus flu pada babi tidak menular pada manusia. Namun, yang perlu diingat adalah babi bisa terinfeksi virus avian influenza H5N1 (flu burung) dan virus influenza musiman atau virus influenza yang biasa menyerang manusia. Bahkan babi juga bisa terinfeksi oleh lebih dari satu tipe virus dalam satu waktu.</p>
<p>Kondisi yang demikian memungkinkan virus-virus tersebut saling bercampur dan memunculkan strain virus baru dari beberapa sumber (reassortant virus). Hal ini membuat virus flu pada babi, yang normalnya spesifik dan hanya menginfeksi babi, kadang bisa menembus batas spesies dan menular pada manusia.</p>
<p><strong>Gejala</strong></p>
<p>Orang yang terkena serangan virus H1N1 mengalami gejala-gejala seperti influenza pada umumnya, yaitu demam lebih dari 37.8 °C, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, lemas, lesu, dan menggigil. Pada penderita H1N1 juga dilaporkan pasien mengalami diare dan muntah. Pada kondisi yang parah, pasien bisa mengalami pneumonia, kegagalan pernapasan, bahkan kematian.</p>
<p>Terdapat empat jenis obat antiviral yang digunakan untuk kasus influenza: amantadine, rimantadine, oseltamivir, dan zanamivir. Obat yang direkomendasikan untuk pengobatan dan pencegahan virus H1N1 adalah oseltamivir atau zanamivir, mengingat pada manusia virus H1N1 resisten terhadap penggunaan amantadine dan rimantadine.</p>
<p><strong>H1N1 vs H5N1</strong></p>
<p>Virus flu burung (H5N1) jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan virus H1N1. Ini terlihat dari presentase jumlah kematian korban. Angka kematian pada penderita virus H1N1 adalah 6%, sedangkan H5N1 mencapai angka 80% kematian.</p>
<p>Meski angka kematian pasien tidak setinggi virus H5N1, penyebaran terjadi lebih cepat karena virus H1N1 menular antarmanusia. Kondisi inilah yang membuat Badan Kesehatan Dunia (WHO) kalang kabut.</p>
<p>Hal ini terlihat dari status siaga yang dikeluarkan oleh WHO. Pada kasus virus H5N1, WHO menetapkan fase ketiga siaga pandemi, yaitu keadaan dimana virus hewan atau hewan-manusia menyebar sporadis atau berkelompok, tapi tidak mudah menular. Sedangkan pada virus H1N1, WHO memperingatkan wabah ini bakal terus mengganas menjadi pandemi. Pandemi terjadi ketika virus menyebar dalam komunitas terbatas di sedikitnya dua negara atau bahkan mulai menyebar ke negara-negara lain.</p>
<p><strong>Pemerintah Sigap</strong></p>
<p>Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap penyebaran virus H1N1 karena kecil kemungkinan Indonesia terjangkiti. Hal ini dikarenakan Indonesia termasuk negara tropis sedangkan virus H1N1 hanya hidup di daerah dingin yang memiliki empat musim.</p>
<p>Namun, bukan berarti pemerintah tidak waspada dan tanggap terhadap kondisi ini. Beberapa rumah sakit di kota besar telah dipersiapkan sebagai tempat rujukan bagi penanganan pasien suspect H1N1. Selain itu, terdapat pula pendistribusian obat antiviraloseltamivir (Tamiflu) dan alat perlindungan personal (APP) ke seluruh provinsi untuk dibagikan ke tempat pelayanan kesehatan.</p>
<p>Tak hanya sampai disitu, pemerintah juga mengeluarkan travel warning agar warga Indonesia tidak berkunjung ke negara Meksiko dan travel advisory supaya tak melancong ke negara yang terdapat kasus H1N1.</p>
<p><strong>Pencegahan</strong></p>
<p>Kita tidak tahu sampai kapan pandemi virus H1N1 akan terus berlangsung. Apakah wabah ini akan berakhir seiring dengan pergantian musim atau bahkan menetap selama beberapa waktu.</p>
<p>Apapun kondisinya, hingga saat ini yang bisa kita lakukan adalah tindakan pencegahan. Hal pertama yaitu dengan mengenali gejala-gejala yang timbul sehingga dapat dilakukan tindakan pengobatan dengan segera. Mencuci tangan merupakan tindakan paling sederhana dan paling penting untuk melindungi diri dari serangan bakteri atau virus.</p>
<p>(tulisan di Medicinus Edisi Mei-Juni-belum diedit editor. ^^&#8217;)</p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mylearningissue.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mylearningissue.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mylearningissue.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mylearningissue.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mylearningissue.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mylearningissue.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mylearningissue.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mylearningissue.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mylearningissue.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mylearningissue.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=87&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/09/26/swine-flu-teror-baru-dunia-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/da819d782558d0bb95537bd9d602a009?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">almahira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konser Sebagai Pembuktian Diri</title>
		<link>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/05/03/konser-sebagai-pembuktian-diri/</link>
		<comments>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/05/03/konser-sebagai-pembuktian-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 08:09:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almahira</dc:creator>
				<category><![CDATA[PSM]]></category>
		<category><![CDATA[FK Unpad]]></category>
		<category><![CDATA[Konser]]></category>
		<category><![CDATA[Paduan Suara Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[Vokal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mylearningissue.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Paduan Suara Mahasiswa FK Unpad adalah unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang seni musik, terutama seni vokal (tarik suara). Berangkat dari kegemaran yang sama di bidang ini, anggota-anggotanya bergabung membentuk organisasi dan menjalankan tugasnya, yaitu sebagai pengisi acara di Sumpah Dokter. Selama bertahun-tahun sepertinya itulah latar belakang dan sejarah yang dipegang teguh oleh kepengurusan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=83&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Paduan Suara Mahasiswa FK Unpad adalah unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang seni musik, terutama seni vokal (tarik suara). Berangkat dari kegemaran yang sama di bidang ini, anggota-anggotanya bergabung membentuk organisasi dan menjalankan tugasnya, yaitu sebagai pengisi acara di Sumpah Dokter. Selama bertahun-tahun sepertinya itulah latar belakang dan sejarah yang dipegang teguh oleh kepengurusan PSM FK Unpad sebelumnya. Dengan kegiatan yang hanya ada di kisaran Sumpah Dokter, Brevet Spesialis, dan seminar-seminar, PSM FK Unpad seolah hanya dibentuk untuk melaksanakan tugas tersebut tanpa sempat berpikir untuk melakukan sesuatu diluar tugasnya.</p>
<p>Masa-masa tanpa adanya perkembangan dan prestasi yang berarti terus berlanjut dan akhirnya PSM FK Unpad menghadapi kendala-kendala yang datang dari tempat dia berada, Fakultas Kedokteran Unpad. Adanya kecenderungan mahasiswa kedokteran yang hanya memilih unit kegiatan mahasiswa yang berhubungan dengan dunia yang akan digelutinya (kedokteran), menjadikan PSM FK Unpad yang memang hanya berkutat di bidang musik sebagai UKM yang dipandang sebelah mata.</p>
<p>Sebagai paduan suara yang telah bertahun-tahun ada di fakultas ini, nampaknya bukanlah sebuah hal yang berlebihan apabila PSM FK Unpad ingin mewujudkan kegiatan yang akan membuktikan dirinya sebagai paduan suara yang terus berkembang dan memperbaiki diri, organisasi yang solid, serta UKM yang membanggakan. PSM FK Unpad harus dapat melaksanakan kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan kebersamaan antaranggota dan menjadi wadah apresiasi mahasiswa fakultas kedokteran dalam bidang musik.</p>
<p>Dengan semangat perubahan, PSM FK Unpad mulai memperbaiki diri. Meninggalkan tradisi lamanya, PSM FK Unpad bertekad untuk menjadi UKM yang tidak hanya menjadi ‘penyanyi Sumpah Dokter’. Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan konser.</p>
<p>Konser sebenarnya merupakan salah satu contoh kegiatan yang mampu dan seharusnya bisa dilaksanakan oleh sebuah paduan suara. Selain karena konser merupakan kegiatan yang paling dibutuhkan oleh sebuah paduan suara, ia juga pembuktian atas apresiasi seni. Apresiasi adalah salah satu hal yang paling dibutuhkan dan akan didapatkan dari pelaksanaan sebuah konser.</p>
<p>Konser PSM FK Unpad yang diselanggarakan pada tanggal 2 Mei 2009 merupakan salah satu cara sebagai pembuktian diri. Selain itu, diharapkan dapat terbentuk kepercayaan diri yang bisa menjadi pijakan awal untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang lebih besar nantinya. Kedepannya, PSM FK menjadi organisasi yang senantiasa berkembang dan berprestasi secara berkelanjutan.</p>
<p>Written by Dinda Prima Asmara</p>
<p>Edited by Almahira Az Zahra<strong></strong></p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mylearningissue.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mylearningissue.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mylearningissue.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mylearningissue.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mylearningissue.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mylearningissue.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mylearningissue.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mylearningissue.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mylearningissue.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mylearningissue.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=83&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/05/03/konser-sebagai-pembuktian-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/da819d782558d0bb95537bd9d602a009?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">almahira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Temilnas 2009</title>
		<link>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/04/23/temilnas-2009/</link>
		<comments>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/04/23/temilnas-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 06:28:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almahira</dc:creator>
				<category><![CDATA[activity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mylearningissue.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah..
Menurut salah seorang rekan, saya mendapat kesempatan tuk mengikuti kegiatan Temu Ilmiah Nasional 2009 yang akan diselenggarakan di Kota Solo bulan Juli-Agustus mendatang.
Terima kasih ya Allah,, atas semua kesempatan yang telah diberikan untuk alma&#8230;       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=80&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alhamdulillah..</p>
<p>Menurut salah seorang rekan, saya mendapat kesempatan tuk mengikuti kegiatan Temu Ilmiah Nasional 2009 yang akan diselenggarakan di Kota Solo bulan Juli-Agustus mendatang.</p>
<p>Terima kasih ya Allah,, atas semua kesempatan yang telah diberikan untuk alma&#8230;</p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mylearningissue.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mylearningissue.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mylearningissue.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mylearningissue.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mylearningissue.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mylearningissue.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mylearningissue.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mylearningissue.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mylearningissue.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mylearningissue.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=80&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/04/23/temilnas-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/da819d782558d0bb95537bd9d602a009?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">almahira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dilematis Pengemis Jalanan</title>
		<link>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/04/23/dilematis-pengemis-jalanan/</link>
		<comments>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/04/23/dilematis-pengemis-jalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 06:12:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almahira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[pengemis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mylearningissue.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Masalah pengemis adalah masalah yang pelik. Ia tidak bisa dilihat hanya dari satu sudut pandang. Masalah pengemis, pengamen, dll., merupakan masalah dari berbagai aspek, seperti politik, sosial, dan ekonomi. Tergantung dari kacamata mana kita memandangnya.
Banyak alasan yang mendasari seseorang atau sekelompok orang terjun menjadi pengemis. Pertama, karena secara lahir mereka cacat dan tidak memiliki kemampuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=76&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span lang="SV">Masalah pengemis adalah masalah yang pelik. Ia tidak bisa dilihat hanya dari satu sudut pandang. Masalah pengemis, pengamen, dll., merupakan masalah dari berbagai aspek, seperti politik, sosial, dan ekonomi. Tergantung dari kacamata mana kita memandangnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Banyak alasan yang mendasari seseorang atau sekelompok orang terjun menjadi pengemis. <em>Pertama</em>, karena secara lahir mereka cacat dan tidak memiliki kemampuan untuk bekerja, pun tak ada yang menangung biaya hidupnya. Mereka memperlihatkan kecacatannya untuk mengundang belas kasih orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="SV">Kedua</span></em><span lang="SV">, karena tidak mampu untuk membayar biaya sekolah. <em>Ketiga</em>, karena terpaksa. Entah terpaksa oleh keadaan atau dikoordinir oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Masih ada banyak alasan lain yang membuat seseorang mengemis dijalanan, dengan metoda mengemis yang lebih variatif tentunya. Bila ditinjau lebih dalam, akar permasalahan fenomena ini hanya satu: kemiskinan. Entah itu miskin materi, pendidikan, atau miskin usaha.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Fenomena pengemis telah menjadi sumber masalah di kota-kota besar di Indonesia, khususnya Jakarta. Mereka mengganggu ketertiban umum, seperti kawasan lalu lintas di persimpangan lampu merah, hingga mengganggu ketertiban masayarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Pemerintah Bertindak</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Mengatasi fenomena tersebut diatas, pemerintah daerah, khususnya Pemda Jakarta menetapkan peraturan baru tentang Ketertiban Umum.<span>  </span>Salah satu yang ketertiban yang diatur adalah mengenai larangan kepada masyarakat untuk membeli sesuatu dari pedagang asongan atau memberikan sejumlah uang kepada pengemis, pengamen dan pengelap mobil.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Pemda tidak main-main. Terdapat pula aturan yang memuat sanksi pidana pagi masyarakat yang melanggar, yakni kurungan selama 10 hingga 60 hari, atau denda antara Rp100 ribu hingga Rp20 juta. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Peraturan yang betujuan untuk mewujudkan suasana perkotaan yang kondusif, aman, nyaman dan tertib ini cukup menimbulkan banyak kontroversi. </span><span lang="SV">Menghukum pelanggar aturan ini sama artinya dengan melarang masyarakat untuk bersedekah. Bukahkah itu melanggar hak pribadi/asasi orang untuk berbuat sesuatu untuk orang lain? Apalagi dalam agama, bersedekah itu memiliki nilai yang baik.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Penulis menyayangkan keputusan pemerintah, khususnya pemda Jakarta dalam membuat aturan ini. Mengapa tidak dikedepankan upaya preventif, seperti yang dilakukan Pemda Makassar? Dimana pemerintah menghimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada pengemis karena hanya akan membuat mereka bertahan di jalanan, tanpa ada sanksi bagi pelanggarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Di Makassar sendiri, teknik ini terbukti cukup ampuh dalam menekan laju pertumbuhan pengemis. Aturan Pemda Jakarta seolah memposisikan masyarakat sebagai ’orang bodoh’. Masyarakat Indonesia cukup cerdas dalam menilai sebuah permasalahan. Tanpa melalui ancaman pidana pun, penulis yakin akan banyak orang yang mendukung imbauan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Solusi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">UUD 1945 yang menyebutkan tiap-tiap warganegara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.<span>  </span>Dalam pasal lainnya, ada aturan bahwa </span><span lang="SV">fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh Negara.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Adalah tugas pemerintah untuk memikirkan program pembangunan yang lebih kooperatif bagi keberadaan pengemis. Selama ini mereka cenderung mendapatkan perlakukan yang diskriminatif, terutama dalam hal mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Karenanya pemerintah harus segera membuat sebuah program dimana mereka dapat berkompetisi secara fair.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Pemerintah tidak boleh lepas tangan begitu saja dan menghukum pengemis dengan peraturan ini. Pemerintah perlu menyediakan sarana dan prasarana bagi pengemis, seperti rumah singgah. Mereka pun diberi keterampilan dan modal usaha agar bisa mandiri. Selain itu, pemerintah juga perlu bekerja sama dengan <span> </span>para tokoh agama untuk memberikan penjelasan kepada para pengemis tentang larangan agama, khususnya larangan mengemis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Mengemis bukanlah suatu pilihan bagi banyak orang, melainkan sebuah keterpaksaan. Banyak orang dari daerah datang ke kota besar akhirnya mengemis karena tidak mampu bersaing dengan orang-orang disana. Menganggapi ini, pemerintah perlu menggalakkan dan mempopulerkan kembali program reurbanisasi dan transmigrasi. Banyaknya masalah dalam program tersebut, yang membuat banyak orang enggan mengikuti, harus diperbaiki secara menyeluruh. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Kita Membuat Mereka Bertahan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Diluar persoalan agama dan pelanggaran ketertiban umum, setiap receh yang kita berikan kepada para pengemis membuat mereka betah menengadahkan tangannya kepada orang lain. Sedekah yang kita berikan, malah membuat pengemis semakin tergantung. Ujung-ujungnya, mereka akan menjadikan kegiatan mengemis sebagai mata pencahariaannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Dengan mengamen, mengemis, menyapukan kemoceng di atas dashboard mobil, atau menyodorkan amplop sumbangan, satu anak jalanan usia SD bisa memiliki penghasilan yang beda tipis dengan lulusan diploma. Begitu mudah bagi mereka. Tanpa perlu capek-capek sekolah, susah-susah melamar kerja, hasilnya hampir sama.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kenyataannya, uang yang diperoleh pengemis, khususnya pengemis anak-anak, sebagian besar tidak mendukung peningkatan kesejahteraan mereka. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan sejumlah LSM. Jajan, ada di peringkat pertama; main dingdong atau permainan elektronik lainnya, menjadi pilihan kedua; terakhir, setoran ke orang tua atau inang/senior sebagai pelindung mereka di jalanan. Mereka tetap miskin, tetap terancam putus sekolah, dan tetap berkeliaran di jalan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Sikap Sebagai Masyarakat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Pada akhirnya, sikap kita terhadap keberadaan mereka kembali pada keputusan masing-masing individu. Kita bisa mengganti uang receh dengan bantuan lain yang bisa mereka nikmati dengan langsung, misalnya sepotong roti untuk<span>  </span>makan mereka.</span></p>
<p><span lang="SV">Bila kita berniat untuk sedekah, ada baiknya sedekah itu disalurkan melalui Bazis (Badan Amil, Zakat, Infak, dan Shadaqah), meski jumlahnya sangat sedikit. Menyalurkan sedekah lewat lembaga amal lebih aman daripada memberi di jalanan. Selain itu, lembaga ini akan memberikan sedekah pada orang yang berhak dan tepat sasaran, sehingga tidak perlu khawatir akan adanya penyelewengan. <em>Alma</em></span></p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mylearningissue.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mylearningissue.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mylearningissue.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mylearningissue.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mylearningissue.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mylearningissue.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mylearningissue.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mylearningissue.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mylearningissue.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mylearningissue.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=76&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/04/23/dilematis-pengemis-jalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/da819d782558d0bb95537bd9d602a009?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">almahira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Impianmu?</title>
		<link>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/04/23/apa-impianmu/</link>
		<comments>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/04/23/apa-impianmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 06:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almahira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cita-Cita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mylearningissue.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Tuliskan semua impianmu! Apa saja, tak kurang dari seratus!
Itu adalah ucapan dari kakak mentorku saat mentoring mingguan di kampus. Kupikir, ada bagusnya juga. Harus kuakui selama menjadi mahasiswa, aku belajar menjadi orang yang lebih teratur dan lebih fokus pada apa yang ada di depan mata sekarang. Banyak hal di masa kecil yang seringkali terlupakan karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=71&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" align="center"><em><span lang="PT-BR">Tuliskan semua impianmu! Apa saja, tak kurang dari seratus!</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR">Itu adalah ucapan dari kakak mentorku saat mentoring mingguan di kampus. Kupikir, ada bagusnya juga. Harus kuakui selama menjadi mahasiswa, aku belajar menjadi orang yang lebih teratur dan lebih fokus pada apa yang ada di depan mata sekarang. Banyak hal di masa kecil yang seringkali terlupakan karena kesibukan sebagai mahasiswa. Salah satunya adalah mimpi tentang menjadi apa di masa depan.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR">Impian, harapan, asa, cita, bahkan mimpi membuat hidup manusia menjadi lebih berharga. Itu yang kupelajari dari berbagai macam literatur. Sebelumnya, aku tak berniat tuk menuliskan hal-hal yang kuimpikan. Seperti buang-buang waktu dan kurang kerjaan. Tapi pada akhirnya, tulisan-tulisan itu menjadi sumber kekuatan bagiku. Kekuatan tuk terus maju dan pantang menyerah. Kekuatan tuk terus berkarya dan usaha tuk mewujudkannya menjadi nyata.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR">Ketika berusia 4 tahun, aku memiliki urutan cita-cita yang cukup berpengaruh dalam kehidupanku selanjutnya. Meskipun aneh, urutan cita-cita ini menentukan pilihan apa yang ingin kuambil saat kuliah: astronot, dokter, guru, ibu rumah tangga.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR">Melalui tulisan ini, aku ingin berbagi sedikit mengenai beberapa hal yang kuharapkan terjadi dalam hidupku. Entah menjadi bagian dari sebuah komunitas, berharap mengunjungi suatu tempat, menginginkan sebuah peran, bahkan berkhayal berada di dalam negeri dongeng. Mulai dari yang mustahil hingga benar-benar mungkin tuk diwujudkan. Siapapun yang membaca tulisan ini, harus ikut mencobanya!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR">Inilah impianku..</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Bisa terbang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ini mimpiku sejak SD. Aku ingin bisa terbang dan kan kugunakan kemampuan ini tuk berkeliling di malam hari. Menikmati indahnya lagit dan suasana di malam hari, memperhatikan kegiatan orang-orang, atau sekedar berkunjung ke rumah kerabat. Apalagi setelah membaca cerita <em>Goosebumps</em> yang berjudul Ramuan Ajaib, keinginanku ini semakin menggebu-gebu. Tapi, jangankan impian terbang menjadi nyata, naik pesawat terbang pun aku belum pernah. Hiks..</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Pergi ke luar angkasa</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Aku ingin jadi astronot di masa depan dan melihat banyak hal yang tidak kutemui di bumi. Aku ingin merasakan bagaimana rasanya memakai pakaian astronot, melayang-layang di luar angkasa, dan mengetahui bagaimana gelapnya jagat raya. Sayang, tak sampai dua tahun, impian urutan pertama ini langsung ku kubur setelah tahu bahwa menjadi astronot peluangnya terlalu kecil.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="PT-BR">Jadi pembawa acara <em>discovery channel</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Artinya bisa berkeliling dunia dan mengamati banyak hal di alam. Berpetualang dari satu hutan ke hutan lain, menyusuri garis pantai, mempelajari berbagai jenis flora dan fauna diseluruh dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Jadi guru TK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Anak-anak itu lucu. Tepatnya tidak tahu apa-apa. Maksudku, bagaimana karakter mereka di masa depan ditentukan oleh orang-orang disekitarnya saat usia kanak-kanak. Aku ingin sekali menjadi guru TK, mendidik anak-anak bagaimana menghargai orangtua, menjadi teman yang baik, bekerja sama dalam tim, dan yang lebih penting membuat mereka tahu bagaimana menjadi diri sendiri.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Jadi pendongeng yang seru!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Walaupun bukan seorang profesional, setidaknya aku pernah mendongengkan kisah kucing kepada adikku saat ia berusia 4 tahun. Kalau orang dewasa yang mendengarnya, pasti dianggap aneh dan sangat membosankan. Lain halnya dengan anak kecil yang selalu penasaran dan belum mengenal apa itu aneh atau bukan. Bagi mereka yang penting menarik. Makanya, aku ingin sekali menjadi seorang pendongeng yang seru untuk anak-anak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Jadi Gretel di cerita Hans and Gretel (tentu tanpa ada sang penyihir)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Karena aku suka sekali coklat. Pasti menyenangkan kalau aku bisa makan coklat setiap hari dan memandangnya dalam bentuk yang bagus: rumah coklat. Dalam dongeng Hans and Gretel, rumahnya terdiri dari coklat dan permen. Berhubung aku lebih suka coklat, aku tidak keberatan berbagi permen pada orang yang menginginkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Jadi anak kecil selamanya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Terinspirasi dari kisah Peter Pan dari <em>Neverland</em> dan buku <em>The Little Prince</em> karya Antoine de Saint Exupéry. Kata teman sekostan, ada bagian dimana menjadi anak kecil itu menyedihkan. Ia hanya tahu bermain, tidak tahu banyak hal di dunia ini, apalagi mencari penyelesaian masalah secara mandiri. Temanku itu ada benarnya juga, tapi menurutku, menjadi anak kecil adalah pilihan. Bukan tuk melarikan diri dari kenyataan, melainkan tuk menjadi diri sendiri. Sehingga, jiwa anak-anak itu sangat penting untuk dipertahankan hingga kita dewasa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Punya Sahabat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sahabat adalah pencuri kebiasaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sahabat adalah orang yang paling seru diajak makan eskrim.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sahabat bukan orang yang kemana-mana harus <em>bareng</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sahabat bukan orang yang membenarkan semua tindakanmu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sahabat bukan orang yang harus selalu ada disampingmu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sahabat adalah orang yang mendukung dan memberimu kekuatan baru tuk menatap dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Setidaknya, itu yang kupahami akan makna persahabatan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Jadi penulis</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Penulis itu beda <em>lho</em> dengan pengarang. Setidaknya itu yang aku yakini. Diluar negeri, penulis itu merupakan sebuah profesi utama dan aku pikir sepertinya itu menarik. Menjadi penulis dengan latar belakang pendidikan kesehatan adalah satu bentuk pengabdian untuk mencerdaskan masyarakat. Dengan sebuah tulisan dan tanpa harus banyak bicara,<span>  </span>seseorang bisa mengedukasi beribu-ribu orang dalam waktu yang bersamaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Aku yakin, impian menjadi penulis bukan sesuatu yang mustahil. Usahaku untuk menulis memang belum serajin teman-teman yang lain, tapi paling tidak aku sudah berusaha untuk menulis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Jago gambar</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sayang, aku tidak memiliki bakat dalam menggambar. Kadang, aku sedih karena tidak bisa menginterpretasikan imajinasi warna dalam kepalaku. Kadang kesal juga karena masuk kepanitiaan publikasi atau dekorasi hanya untuk mengorganisir dan bantu-bantu saja tanpa memikirkan konsep.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Jadi tukang listrik</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ini karena ayahku seorang teknisi. Semua hal yang berkaitan dengan perlistrikan di rumah dikerjakan oleh beliau, dan menurutku itu keren! Meski impian menjadi insinyur elektro tidak kesampaian, aku cukup puas karena pernah ikut mengotak-atik kabel PLN di langit-langit rumah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Jadi relawan di tempat pengungsian </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Aku ingin membantu para pengungsi sebisaku. Aku ingin kualitas hidup mereka menjadi lebih baik, mengajarkan pada mereka kemampuan apa saja yang bisa mereka kembangkan, memberi bantuan kemanusiaan, mendengar aspirasi mereka, membuat mereka lebih positif dalam menata masa depan, memberi pendidikan pada anak-anak mereka, menjaga stabilitas emosi, psikologis, dan hak-hak anak di sana, dan tentunya meningkatkan kesehatan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Aktif di LSM untuk anak dan perempuan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Bukan. Bukan karena aku perempuan. Hanya saja setelah kupelajari, ternyata banyak masalah di masyarakat terkait dengan anak atau perempuan. Lagipula, kalau kita menilik permasalahan bangsa ini, kuncinya adalah anak dan perempuan (ibu). Jika Indonesia ingin maju, maka majukanlah dari lapisan masyarakat yang paling dasar: keluarga. Keluarga akan membina generasi selanjutnya dan itu terkait dengan kemampuan orangtua, khususnya ibu, dalam mendidik anaknya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Ahli ekonomi syariah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ini salah satu alasan kenapa aku seneng <em>banget </em>dengar cerita sepupuku yang bekerja di BMT (Baitul mal wa Tamwil) dan kakak kelasku di fakultas ekonomi mengenai ekonomi syariah. Bukan karena itu yang disyariatkan oleh agamaku, melainkan kondisinya yang tetap stabil ketika krisis moneter tahun 1998 yang menarik perhatianku. Ekonomi syariah juga merupakan solusi tepat bagi usaha mikro bagi masyarakat kecil. Sayang, aku tidak tertarik kuliah di ekonomi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Jadi ahli dibidang teknologi pangan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Penduduk dunia semakin hari semakin bertambah banyak, namun ini semua tidak dibarengi dengan ketersediaan pangan yang cukup. Tugas seorang ahli teknologi panganlah untuk mencari dan menciptakan inovasi baru dalam penemuan sumber pangan. Tugas yang sangat keren bukan?</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Jadi ahli gizi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tak perlu semua hal tentang gizi kupahami bukan? Minimal, dengan menjadi konsultan gizi bagi keluargaku sendiri itu sudah lebih dari cukup.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Kuliah di kedokteran</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Agak aneh, aku tidak punya tujuan lain selain menjadi dokter setelah astronot. Banyak hal yang menarik minatku, seperti menjadi insinyur pertanian, akuntan, pengusaha, ahli pangan, psikolog hingga ahli komputer, tetapi aku hanya ingin belajar menjadi dokter. Berlebihan sih, tapi keyakinan bahwa aku ingin menjadi dokter ini tak pernah kuabaikan. Banyak orang bilang bahwa masuk kedokteran itu membutuhkan dana beratus-ratus juta dan itu cukup membuatku <em>jiper</em>. Kenyataannya, aku tak perlu membayar mahal seperti kata orang. Ini membuatku semakin yakin, keadaan seperti apapun kita, kalau tekad dan keyakinan ada, semua hal yang kita impikan bisa terwujud. (doakan lulus tepat waktu ya!)</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">PTT di Kalimantan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kata orang, PTT itu singkatan dari pegawai tidak tetap. Kata orang juga, sebelum era reformasi, PTT di daerah terpencil itu wajib untuk dokter yang baru lulus. Walaupun tidak ada kewajiban lagi bagi dokter baru untuk PTT sekarang, aku tetap ingin memiliki pengalaman seperti cerita orang-orang dulu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Awalnya, aku bercita-cita tuk ambil PTT di Papua, tetapi setelah kuliah di kedokteran, lokasinya berubah menjadi Kalimantan, tepatnya Kalimantan Barat. Ibuku orang Sunda, sedangkan ayah orang Melayu. Karena tinggal di Jawa Barat, seluruh keluarga dari pihak ibu ku kenal satu persatu. Sayangnya, hanya sebagian kecil dari keluarga ayah yang ku kenal, itu pun karena mereka datang ke rumah. Kalau aku berhasil PTT di Kalimantan, aku berencana untuk mengenal saudara-saudaraku dari pihak ayah. Jadi, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui; mendapat pengalaman, mengabdi pada masyarakat, dan mengenal keluarga. (semoga impian ini menjadi nyata)</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="SV">Setelah kau tulis semuanya, barulah dipilah. Mana yang lebih prioritas dan bisa kau capai. Kemudian, fokus pada hal itu.</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Itu kalimat penutup dari teteh mentorku. Karena pada akhirnya, kita harus memilih, mana impian yang bisa terwujud dan mana yang tidak. Meski kedengarannya menyedihkan, kita tak mungkin mewujudkan semua hal yang kita inginkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Menjadi mahasiswa artinya belajar untuk fokus akan menjadi apa kita nanti. Jujur, agak membingungkan bagiku. Motivasi menolong orang, tanpa membuat daftar yang spesifik membuatku sulit mengetahui apa yang sebenarnya akan kulakukan nantinya. Apalagi, hal yang ingin kuraih akan sulit terwujud karena aku mempelajari hal berbeda dengan apa yang kucitakan. Tetapi dengan menuliskan semua impian, aku seperti memiliki sebuah peta. Sehingga aku bisa mencari tahu kira-kira di bagian mana aku bisa berkontribusi tanpa harus menjadi ahli di bidang tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tidak semua hal yang kita impikan akan menjadi nyata. Tapi tetap, memiliki banyak impian itu penting. Kita tak pernah tahu, impian besar atau impian kecil yang akan merubah hidup kita di masa depan. Jadi, jangan pernah takut tuk bermimpi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”Apa impianmu?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mylearningissue.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mylearningissue.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mylearningissue.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mylearningissue.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mylearningissue.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mylearningissue.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mylearningissue.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mylearningissue.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mylearningissue.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mylearningissue.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=71&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/04/23/apa-impianmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/da819d782558d0bb95537bd9d602a009?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">almahira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamatkan Bumi Lewat Media</title>
		<link>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/04/23/selamatkan-bumi-lewat-media/</link>
		<comments>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/04/23/selamatkan-bumi-lewat-media/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 05:53:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almahira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mylearningissue.wordpress.com/2009/04/23/selamatkan-bumi-lewat-media/</guid>
		<description><![CDATA[Global Warming, Sebuah Masalah
Pemanasan global atau yang biasa dikenal dengan Global Warming merupakan sebuah kondisi dimana suhu bumi meningkat beberapa derajat celcius dan mengakibatkan banyak masalah bagi umat manusia di dunia. Penyebab utama dari global warming adalah efek gas rumah kaca, terutama gas CO2. Gas CO2  mempunyai peranan yang cukup besar dalam mempertahankan suhu bumi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=68&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><strong><em><span>Global Warming</span></em></strong><strong><span>, Sebuah Masalah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Pemanasan global atau yang biasa dikenal dengan <em>Global Warming </em>merupakan sebuah kondisi dimana suhu bumi meningkat beberapa derajat celcius dan mengakibatkan banyak masalah bagi umat manusia di dunia. </span><span lang="PT-BR">Penyebab utama dari <em>global warming</em> adalah efek gas rumah kaca, terutama gas CO<sub>2</sub>. Gas CO<sub>2 </sub><span> </span>mempunyai peranan yang cukup besar dalam mempertahankan suhu bumi. Ia memiliki kemampuan untuk menyimpan panas sehingga suhu atmosfer tetap stabil. Namun, sejak dimulainya revolusi industri pada abad 18, produksi gas ini semakin <sub><span> </span></sub>melimpah sehingga panas yang dimiliki bumi berlebihan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR">Bayak hal pemicu terjadinya <em>global warming</em>. Industri merupakan salah satu kunci utama dalam masalah ini, tetapi kita tak dapat menutup mata bahwa hampir setiap kegiatan yang kita lakukan sehari-hari ikut memperburuk keadaan yang ada. </span><span>Khusus untuk Indonesia, ia merupakan penyumbang CO<sub>2</sub> terbesar di kawasan Asia Tenggara akibat kebakaran hutan yang terjadi hampir setiap tahun. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="PT-BR">Efek <em>Global Warming</em> Terhadap Dunia</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR">Pengaruh utama dari <em>global warming</em> adalah perubahan suhu bumi. </span><span lang="SV">Tetapi, bukan berarti masalah berhenti hanya sampai disitu. Ada banyak masalah timbul di berbagai bidang, bahkan hampir diseluruh aspek kehidupan manusia. Mari kita ambil contoh yang paling dekat dengan kehidupan kita. Hal yang paling terasa adalah adanya perubahan iklim. Bila dulu, semasa SD, kita mempelajari bahwa musim hujan di Indonesia turun di bulan Oktober-April, kini hal tersebut sudah tidak dapat diprediksi kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tentunya ketidakjelasan iklim ini merugikan banyak pihak, khususnya petani.<span>  </span>Bisa ditebak, akibatnya terjadi krisis pangan dibeberapa daerah yang ujung-ujungnya bisa merembet hingga masalah ekonomi dan kesehatan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Itu baru satu dari sekian banyak masalah yang timbul. Mencairnya es di kutub, gelombang panas di india yang memakan korban, meningkatnya kasus kanker kulit, <span> </span>kekeringan, banjir, kenaikan pasang air laut, dan masih banyak lagi kasus-kasus yang jumlahnya makin membengkak setiap tahunnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Lalu, darimanakah kita, yang tidak mengalami kejadian diatas, mengetahui efek tersebut? Jawabannya adalah media. Tanpa kita sadari, media telah menjadi bagian penting dalam kehidupan umat manusia, sehingga ini bisa menjadi alat yang tepat sebagai kampanye penyelamatan bumi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Mengapa Media?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kita tak bisa mengelak dari kenyataan bahwa media memiliki peran ”mengerikan” dalam pembentukan opini publik. Sebuah informasi yang salah pun bisa dianggap benar bila terus-menerus dipublikasikan sebagai sebuah kebenaran.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kabar baiknya, media kini mulai gencar dengan pemberitaan mengenai <em>global warming</em>. Mulai dari informasi mengenai penyebab hingga hal-hal kecil yang bisa dilakukan seorang individu dalam usaha pencegahan<span>  </span><em>global warming </em>yang semakin parah. Kampanye <em>global warming</em> sama artinya dengan kampanye peduli lingkungan. Dan bila kita melihat <em>tren </em>yang sedang berkembang di masyarakat, peduli lingkungan sudah menjadi gaya hidup yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan modern ini. Siapa yang berperan? Lagi-lagi jawabannya adalah media.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Secara umum, terdapat 2 klasifikasi besar dalam penggolongan media: cetak dan elektronik. Semakin hari, bentuknya pun semakin inovatif. Mulai dari koran, booklet, buletin, majalah, radio, televisi, hingga internet. Belum lagi informasi-informasi tersebut bisa kita akses dimana saja, seperti melalui telepon genggam. Selain itu, kita juga bisa menjadi bagian dari pemberi informasi tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Mahasiswa dan Media</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Apa yang bisa dilakukan seorang mahasiswa sebagai upaya pencegahan <em>global warming </em>agar tidak semakin parah? Banyak hal yang bisa kita lakukan sebenarnya. Kita semua tahu, topik mengenai <em>global warming </em>sudah umum berkembang di masyarakat, bahkan kita akan di cap tidak <em>aware </em>bila tak acuh terhadap masalah yang satu ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Bila jeli, kita akan menemukan banyak tips di media, baik cetak maupun elektronik, mengenai pola hidup yang sesuai agar tidak semakin ”merusak” bumi. Misalnya, kampanye anti tas plastik, menanam pohon di rumah, atau sekedar membuka jendela lebar-lebar untuk penghematan penggunaan AC.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Lalu pertanyaannya adalah: ”Mengapa kita tidak menjadi bagian dari kampanye di media tersebut?” Salah satu kemampuan mahasiswa yang paling potensial adalah menulis. Bukan berarti peranannya dalam kegiatan lain tidak penting, melainkan dengan menulis, seorang mahasiswa bisa memberikan kontribusinya kepada masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Media cetak khususnya, kini telah banyak yang memiliki kolom khusus bagi mahasiswa. Kita bisa menunjukkan kepedulian kita dengan menjadi penulis disana. Selain itu, kita bisa memanfaatkan media elektronik, khususnya internet, sebagai upaya kita dalam berkontribusi. Salah satu contoh yang paling<em> real</em> adalah dengan membuat blog dan mem-<em>posting</em> tulisan tentang kampanye <em>global warming</em>. Karena blog bersifat pribadi, kita bebas menulis apa saja, seperti mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak mendukung gerakan anti <em>global warming</em>. Bahkan bila enggan menulis, kita bisa berkontribusi dengan memasang <em>banner </em>website yang aktif mengkampanyekan hal tersebut di blog, atau hanya sekedar berpartisipasi dalam sebuah forum dunia maya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Pada akhirnya, media memang tidak bisa lepas dari peranannya sebagai penyukses gerakan anti <em>global warming</em>. Terkadang, pengaruhnya tidak berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Namun, kita tidak boleh pesimis dan harus yakin serta tetap semangat untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui media.</span></p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mylearningissue.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mylearningissue.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mylearningissue.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mylearningissue.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mylearningissue.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mylearningissue.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mylearningissue.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mylearningissue.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mylearningissue.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mylearningissue.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=68&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/04/23/selamatkan-bumi-lewat-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/da819d782558d0bb95537bd9d602a009?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">almahira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Motivasi Gabung FLP</title>
		<link>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/03/22/motivasi-gabung-flp/</link>
		<comments>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/03/22/motivasi-gabung-flp/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 03:32:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almahira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[activity]]></category>
		<category><![CDATA[FLP]]></category>
		<category><![CDATA[Jatinangor]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mylearningissue.wordpress.com/2009/03/22/motivasi-gabung-flp/</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa saya ingin ikut FLP?
Saya ingin memulainya dengan kalimat: Mengapa saya ingin menulis?
Saya ingin menjadikan kegiatan menulis sebagai bagian dari dakwah saya tuk mendidik masyarakat Indonesia. Namun, ada satu kendala yang saya hadapi: bahasa yang saya gunakan terlalu kaku dan kurang populer. Padahal untuk menjangkau pembaca yang lebih luas, penggunaan bahasa populer sangatlah penting.
Saya memiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=65&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mengapa saya ingin ikut FLP?</p>
<p>Saya ingin memulainya dengan kalimat: Mengapa saya ingin menulis?</p>
<p>Saya ingin menjadikan kegiatan menulis sebagai bagian dari dakwah saya tuk mendidik masyarakat Indonesia. Namun, ada satu kendala yang saya hadapi: bahasa yang saya gunakan terlalu kaku dan kurang populer. Padahal untuk menjangkau pembaca yang lebih luas, penggunaan bahasa populer sangatlah penting.</p>
<p>Saya memiliki kebiasaan menulis di blog. Tujuannya hanya satu: membiasakan diri menulis. Tapi pada akhirnya, saya berpikir, mengapa saya tidak berusaha untuk mempelajari bidang tulis-menulis? Kesempatan untuk berkontribusi di masyarakat sangat besar. Tapi masalahnya, saya belum memiliki media dan teman-teman yang mendukung keinginan saya untuk belajar.</p>
<p>Saya berpikir tentang cara agar saya bisa terus belajar. Tahun depan, saya berencana tuk mempelajari gaya penulisan orang lain. Bukan untuk meniru, tetapi sebagai media pembelajaran. Apalagi saya menyadari bahwa tulisan saya sering tidak fokus dan masih berantakan bila dibandingkan dengan penulis lain.</p>
<p>Saya menyadari, bila saya menulis sendiri, saya tidak kan pernah maju. Tulisan saya tidak akan dikritisi, pun saya tidak mengkritisi tulisan orang lain. Maksud saya disini, adalah mengkritisi dengan cara yang objektif. Ini memacu saya untuk ikut bergabung dalam Forum Lingkar Pena (FLP), walaupun saya belum tahu apa saja yang bisa saya dapatkan bila saya bergabung menjadi anggota FLP. Saya juga berharap kedepannya saya bisa menggunakan bahasa populer dalam sebuah tulisan, selain mendapatkan bayak teman baru tentunya.</p>
<p>Salah satu kemampuan dasar dalam menulis adalah mendeskripsikan sesuatu dengan baik. Itu hal yang belum saya miliki. Sehinnga saat pertama kali mendengar seleksi awal FLP adalah membuat cerpen, saya cukup syok. Dengan bergabungnya saya di FLP, saya berharap saya bisa membiasakan diri mendeskripsikan sesuatu dengan baik. contohnya dengan membuat sebuah cerita.</p>
<p>Saya menganggap bahwa modal terbesar yang saya miliki selama ini dalam mempelajari sesuatu hanya semangat dan keyakinan pada Allah SWT. Yakin bila saya mau berusaha, pasti kan ada jalan. Melalui seleksi FLP, saya membuktikan pada diri sendiri bahwa saya mau berusaha.</p>
<p>Selain itu, melalui FLP, saya berharap agar saya lebih terpacu dan terus bersemangat untuk menulis serta mengingatkan saya bahwa tujuan saya menulis adalah untuk beribadah. Lagipula, berusaha bersama-sama akan lebih menyenangkan daripada sendirian.</p>
<p>Almahira Az Zahra</p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mylearningissue.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mylearningissue.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mylearningissue.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mylearningissue.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mylearningissue.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mylearningissue.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mylearningissue.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mylearningissue.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mylearningissue.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mylearningissue.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=65&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/03/22/motivasi-gabung-flp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/da819d782558d0bb95537bd9d602a009?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">almahira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadi Mentor Nulis</title>
		<link>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/03/11/jadi-mentor-nulis/</link>
		<comments>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/03/11/jadi-mentor-nulis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 01:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almahira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[nulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mylearningissue.wordpress.com/2009/03/11/jadi-mentor-nulis/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak hal yang membuat saya harus berusaha menerima bahwa kita berbeda. Berusaha pula tuk menerima bahwa semua orang itu sama dihadapan Allah SWT.
Saya tidak pernah merasa takut atau harus sangat-sangat hormat pada orang yang dianggap luar biasa oleh orang lain. Karena apa yang ia peroleh, itu adalah karunia dari Allah. Jadi, sewajarnya saja saya mengagumi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=64&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Banyak hal yang membuat saya harus berusaha menerima bahwa kita berbeda. Berusaha pula tuk menerima bahwa semua orang itu sama dihadapan Allah SWT.</p>
<p>Saya tidak pernah merasa takut atau harus sangat-sangat hormat pada orang yang dianggap luar biasa oleh orang lain. Karena apa yang ia peroleh, itu adalah karunia dari Allah. Jadi, sewajarnya saja saya mengagumi. Kalaupun rasa hormat, bukankah kita  memang harus seperti itu. Mau orang yang pendidikannya jauh lebih tinggi dari kita, pun sebaliknya. Dihormati adalah hak setiap orang didunia ini, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun.</p>
<p>Minggu lalu, salah seorang teman mengajak saya untuk menjadi mentor menulis bagi teman-teman remaja di lembaga pemasyarakatan. Ini yang sulit: merubah persepsi dari kasihan menjadi perasaan ingin membuat orang lain maju.</p>
<p>Maksud saya, ada beberapa wacana bahwa bisa mengadakan acara di lapas adalah satu pengalaman dan prestasi sendiri. Saya tidak menyalahkan pemikiran ini, pun membenarkannya. Menurut saya, mereka sama dengan kita. Hanya saja, posisi mereka sekarang tidak seberuntung kita.</p>
<p>Saya menerima tawaran tersebut dan benar-benar berusaha untuk tahu apa yang bisa saya lakukan untuk mereka. Hal yang pertama saya tanyakan adalah: apa yang harus saya lakukan?</p>
<p>Teman saya bilang, mereka ingin teman-teman remaja tersebut menulis atau membuat puisi yang dekat dengan diri mereka. Tulisan tersebut harus memiliki tujuan untuk siapa, penting, dan genting. Jangan sampai mereka menulis tentang global warming yang jelas-jelas ga nyambung dengan keseharian mereka. Intinya, mereka menulis untuk berbagi, itu yang saya tangkap.</p>
<p>Saya kembali bingung, apa yang harus saya persiapkan. Lalu teman saya menyarankan untuk mencari tahu tentang musik hiphop. Ini dikarenakan selain pelatihan menulis, akan diadakan workshop lagu. Nantinya mereka akan diajarkan cara membuat lagu yang menurut teman saya dekat dengan keseharian mereka: hiphop. Jadi, saya disarankan untuk mencari tahu tentang lagu hiphop dan mendengarkannya agar tahu makna apa yang tersembunyi dari pengekspresian musisi hiphop terhadap karyanya. Doakan ya!</p>
<p>Kembali mengenai menulis. Karena saya masih merasa kurang sebagai seorang mentor, saya bertanya pada kakak se-kostan saya yang kuliah di jurusan psikologi, menengai remaja. Apa yang bisa saya sentuh dari mereka, apa yang bisa saya lakukan untuk mengarahkan mereka, apa saja hal yang paling dekat dengan mereka, bahkan sampai kata-kata seperti apa yang bisa saya komunikasikan dengan mereka. Saya agak takut karena merasa kurang qualified sebagai mentor. Takut apa yang akan saya katakan kepada mereka salah, bertele-tele, terlalu dominan, dan yang lebih mengerikan mematahkan imajinasi dan kreativitas mereka.</p>
<p>Tapi, pagi ini saya mendapatkan tips-tipsnya. Tentunya sudah saya catat di buku saya.</p>
<p>Pastinya sebelum acara saya akan dibriefing terlebih dahulu. Selain itu, saya juga akan berdiskusi dan meminta pendapat apa dan bagaimana pada teman-teman lain yang sudah berpengalaman sebelumnya. Tapi, tak ada salahnya kan saya bersiap-siap dari awal?</p>
<p>Saya ingin teman-teman remaja itu bisa bebas berekspresi.<br />
Saya ingin mereka menemukan apa yang akan mereka lakukan di masa depan nantinya.<br />
Saya ingin mereka tahu apa yang mereka inginkan.<br />
Saya ingin mereka yakin pada diri sendiri dan sukses di masa depan.<br />
Saya ingin mereka bisa melakukan hal yang terbaik dalam segala hal.<br />
Saya ingin mereka bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.</p>
<p>Masih ada waktu satu minggu bagi saya untuk mempersiapkan diri dan memantapkan niat lebih baik. Semoga semuanya bisa terlaksana dengan baik. amin</p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mylearningissue.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mylearningissue.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mylearningissue.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mylearningissue.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mylearningissue.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mylearningissue.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mylearningissue.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mylearningissue.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mylearningissue.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mylearningissue.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=64&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/03/11/jadi-mentor-nulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/da819d782558d0bb95537bd9d602a009?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">almahira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mentor Nulis</title>
		<link>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/03/06/mentor-nulis/</link>
		<comments>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/03/06/mentor-nulis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 12:09:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almahira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mylearningissue.wordpress.com/2009/03/06/mentor-nulis/</guid>
		<description><![CDATA[Hm,, tiba2 ada SMS masuk..
katanya, mamaw jadi ga jadi mentor nulis? acaranya di lapas, targetnya anak2 remaja.
hm,, mamaw sih akhirnya mau.. 
doain ya..       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=63&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hm,, tiba2 ada SMS masuk..<br />
katanya, mamaw jadi ga jadi mentor nulis? acaranya di lapas, targetnya anak2 remaja.</p>
<p>hm,, mamaw sih akhirnya mau.. </p>
<p>doain ya..</p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mylearningissue.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mylearningissue.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mylearningissue.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mylearningissue.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mylearningissue.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mylearningissue.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mylearningissue.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mylearningissue.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mylearningissue.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mylearningissue.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=63&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/03/06/mentor-nulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/da819d782558d0bb95537bd9d602a009?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">almahira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Info FK Unpad (arsip tahun lalu)</title>
		<link>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/02/03/info-fk-unpad-arsip-tahun-lalu/</link>
		<comments>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/02/03/info-fk-unpad-arsip-tahun-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 04:58:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almahira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<category><![CDATA[FK Unpad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mylearningissue.wordpress.com/2009/02/03/info-fk-unpad-arsip-tahun-lalu/</guid>
		<description><![CDATA[Info Biaya FK Unpad
June 25, 2008 at 3:45 am &#124; In Kampus &#124; &#124; Edit this post
-Ini merupakan arsip dari blog saya yang lama beberapa waktu lalu-
Ini sekadar informasi biaya bagi yang ingin melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Unpad. Yang aku dengar di masyarakat sekitarku, biaya untuk masuk kedokteran itu beratus-ratus juta. Padahal kenyataannya ga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=62&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Info Biaya FK Unpad<br />
June 25, 2008 at 3:45 am | In Kampus | | Edit this post<br />
-Ini merupakan arsip dari blog saya yang lama beberapa waktu lalu-</p>
<p>Ini sekadar informasi biaya bagi yang ingin melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Unpad. Yang aku dengar di masyarakat sekitarku, biaya untuk masuk kedokteran itu beratus-ratus juta. Padahal kenyataannya ga seperti itu dan aku rasa ga ada salahnya aku nulis sedikit informasi melalui blog.</p>
<p>Untuk jalur SMUP: biaya sumbangan minimal 175 juta. Tahun 2007 jumlah mahasiswa FK yang masuk lewat SMUP sebanyak 48 mahasiswa.</p>
<p>Untuk jalur SPMB: dikenakan biaya dari POMA (Perkumpulan Orangtua Mahasiswa) sebesar 15 juta. Tahun 2007 jumlah mahasiswa FK yang masuk lewat SPMB sebnyak 131 mahasiswa.</p>
<p>Rincian biaya</p>
<p>Setelah registrasi, seluruh mahasiswa Unpad (semua jurusan) harus membayar biaya: (maaf kalau salah namanya, soalnya lupa-lupa ingat)</p>
<p>Pengembangan Pend : 1.7 juta</p>
<p>KTM : 150 ribu</p>
<p>SPP : 600 ribu</p>
<p>Praktikum : tergantung jurusan</p>
<p>Yang membedakan tiap jurusan adalah biaya praktikum untuk kedokteran: 1.125 juta dan kedokteran gigi: 900 rib.</p>
<p>Karena aku mahasiswi FK, yang aku tahu untuk fakultas kedokteran jumlah biaya yang harus dikeluarkan tiap semesternya: Rp 1.725.000,00 </p>
<p>Catatan: </p>
<p>kata dr. Eri (dekan FK Unpad), kalau misalnya ga sanggup bayar, menghadap aja ke dekanat untuk minta keringanan. Jangan sampai karena ga ada biaya, ga jadi kuliah di kedokteran. Pihak dekanat pasti bantu kok.</p>
<p>Untuk biaya POMA bisa dicicil, tapi harus ada surat persetujuan kapan mau dilunasi (misalnya mau lunas di tahun ke 3). Kalau ga mampu bayar, lapor aja untuk dapat keringanan.</p>
<p>Informasi ini berdasarkan pengalaman sendiri di tahun 2007, tahun 2008 kemungkinan ada perubahan. Tapi biasanya mah ga terlalu mencolok. Contohnya kalau biaya POMA naik, paling juga jadi 20 juta. Aku cuma bisa berdoa mudah-mudahan kesempatan anak Indonesia untuk kuliah ga akan terbentur karena masalah biaya. Amiinn…</p>
<p>Semoga informasi ini bermafaat (dan ada yang baca)…</p>
<p>&#8211;&gt; rencananya nanti mau di update lagi informasinya.<br />
Kemungkinan di minggu kedua februari (setelah saya selesai ujian).&lt;&#8211;</p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mylearningissue.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mylearningissue.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mylearningissue.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mylearningissue.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mylearningissue.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mylearningissue.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mylearningissue.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mylearningissue.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mylearningissue.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mylearningissue.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mylearningissue.wordpress.com&blog=3779434&post=62&subd=mylearningissue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mylearningissue.wordpress.com/2009/02/03/info-fk-unpad-arsip-tahun-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/da819d782558d0bb95537bd9d602a009?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">almahira</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>