Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Perempuan dalam Kehidupan


Ada sebuah kisah dan izinkan aku untuk memberi sedikit komentar…

Kisah tetang seorang perempuan yang membuatku sedikit takut menghadapi hidup

Ada seorang permpuan yang telah menyandang status janda untuk yang kedua kalinya. Janda bukan karena ia menginginkan hidup seperti itu. Beberapa bulan lalu, seorang teman di psikologi meneliti alasan-alasan perempuan bertahan dalam kehidupan perkawinannya yang sudah di luar batas kemanusiaan karena takut menyandang status janda. Aku baru memahami itu semua setelah mendengar penuturan ibuku.

Perempuan ini, ditinggal oleh suami pertamanya karena sakit dan meninggal dunia. Anehnya, warisan suaminya diambil alih dan dijual oleh adik-adik dari pihak suaminya tanpa menyisakan hak bagi anak-anaknya yang ditinggalkan menjadi yatim.

Perempuan ini, bahkan tak mendapat hak atas warisan orangtuanya dan diperlakukan tidak baik oleh kakaknya. Apakah hati manusia bisa menjadi begitu buta akibat harta?

Perempuan ini, kemudian menikah dengan seorang lelaki dengan menyimpan sebuah harapan.

Harapan untuk membantu diri dan anak-anaknya yang telah menjadi yatim.

Harapan yang muncul karena ia seorang yang baik dan ahli ibadah.

Harapan yang timbul karena ia pun tidak dapat memenuhi kebutuhan diri dan anak-anaknya akibat penyakit yang ia derita.

Harapan pada seorang lelaki tuk menjadi imam bagi keluarga.

Apakah harapan hanya sebuah harapan?

Apakah salah menaruh harapan pada seorang lelaki?

Tiga minggu setelah pernikahan,

Perempuan ini diusir dari rumahnya..

Suami yang baru ia nikahi menggadaikan rumah miliknya pada seorang rentenir.

Dimana pula rasa kemanusiaan itu tersimpan?

Tahukah engkau orang yang mendustakan agama?

Yaitu orang yang menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin.

Perempuan ini, kemudian bercerai dan kembali menyandang status janda.

Perempuan ini dicap sebagai perempuan asusila oleh masyarakat sekitarnya karena ia janda.

Kadang aku bingung melihat perilaku masyarakat disekitarku.

Aku hanya merasa kecewa pada apa yang aku perhatikan…

One comment on “Perempuan dalam Kehidupan

  1. kucingpemalu
    May 28, 2008

    Life is what we have chosen to be. Hidup itu sebenarnya berasal dari apa yang kita pilih. Ketika ada orang yang diperlakukan tidak adil oleh orang-orang di sekelilingnya, coba pandang dulu dari sisi lain.

    Selama ini bagaimanakah sikap orang tersebut dalam hubungan sosialnya dengan orang lain? Apakah selama ini takut-takut dan membiarkan dirinya terlecehkan pada perkara-perkara kecil? Apakah selama hidupnya ia selalu berharap semua orang berlaku manis-manis saja padanya?
    Itu adalah cara pandang yang salah. Orang itu mempunyai cara pandang ke dalam, dimana dia seharusnya mempunyai cara pandang ke luar. Kenapa dia harus tergantung pada orang lain? Kenapa dia nggak membuat orang lain tergantung pada dirinya? Kenapa dia nggak bisa memotivasi dirinya untuk menjadi orang yang mempunyai self-esteem?
    Orang itu menjadi looser karena selama ini dia berpikir dia itu looser. Itulah yang menyebabkan dia gagal dalam hidupnya.
    Seharusnya dia itu bangkit. Temukan di dalam dirinya sendiri, apa sebenarnya yang dia inginkan di dalam hidupnya. Lalu kristalkan keinginan itu. Niscaya dia akan mendapatkan kekuatan untuk bangkit dan hidupnya menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 28, 2008 by in Kisah, Opini.
%d bloggers like this: