Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Observasi Ceramah


Minggu, 1 Juni 2008. Aku mengikuti observasi ceramah ke gedebage. Jatahnya hanya untuk 3 orang. Temanya tentang remaja dan seksualitas. Selain observasi, aku juga bertugas untuk mengevaluasi pembicara.

 

Jujur, aku kagum pada sang moderator. Bahasa yang digunakannya begitu ringan dan mudah dimengerti. Aku berharap suatu hari nanti aku bisa seperti itu. Semester depan mungkin?

 

Ada banyak hal yang bisa kupetik dari observasi kemarin. Setidaknya ada beberapa yang bisa kuperhatikan sebagai modal awal menjadi seorang pembicara:

 

  1. Kuasai materi dengan baik
  2. Sistematika materi yang disampaikan
  3. Retorika
  4. Pemilihan kata, tempo, dan intonasi
  5. Jangan berbelit-belit
  6. Feedback buat peserta (diskusi)
  7. Perhatikan target peserta

Kemarin peserta yang datang memang tidak terlalu banyak. Hambatan bagi pembicara sendiri adalah rentang usia peserta yang masih remaja dan kehadiran orangtua sebagai pengamat (jadi rada-rada kagok juga). Padahal perkiraan awal , peserta adalah para ibu-ibu muda yang belum lama menikah. Alhasil penyuamnpaian materi pun harus banyak yang disaring. Tema tentang seksualitas sepertinya agak sensitif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 2, 2008 by in MCR Bandung.
%d bloggers like this: