Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Senat Mahasiswa dan Perjalanan Gratis


*Saya dan Senat Mahasiswa

Setiap fakultas memiliki badan tertinggi dalam pengorganisasiannya di tingkat fakultas atau yang biasa disebut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Di kampus saya, namanya adalah Senat Mahasiswa.

Awalnya saya sama sekali tidak tertarik untuk aktif di kegiatan senat, tetapi anjuran dari kakak mentor saat tingkat satu mengubah keputusan itu. Bukan karena saya plinplan. Ada sebuah alasan yang tidak bisa saya tuliskan dan menurut saya alasan itu cukup masuk akal.

Karena terlanjur “basah”, saya menetapkan sebuah tujuan untuk kepentingan diri sendiri dibalik keikutsertaan tersebut. Terdengar pamrih, namun bukankah setiap orang memiliki motivasi masing-masing? Seperti menginginkan jaket senat, CV sebagai reward, dll. Jadi, mengapa seorang alma juga tidak membuat target kecil?

Tujuan itu adalah perjalanan gratis. Saya kurang suka menyebutnya jalan-jalan karena pada dasarnya saya bukan orang yang senang cuci mata atau shopping. Perjalanan yang saya inginkan berupa peatihan-pelatihan yang bisa menambah wawasan keilmuan, mengenal banyak orang dengan berbagai macam budaya, bertukar pikiran dengan banyak orang, saling berbagi cerita, serta mengamati budaya dimana saya berkunjung nantinya. Sungguh, saya tidak begitu tertarik dengan yang namanya oleh-oleh. Kalaupun saya tertarik, itu lebih karena saya suka melihat orang makan bersama-sama dan ingin berbagi.

*Perjalanan Pertama

Perjalanan pertama saya adalah kegiatan LKMM di Ciburial, kampus FK Unisba. Meski masih di daerah Bandung, bukan berarti saya harus kecewa. Saya puas dengan materi yang saya dapatkan saat itu. Walaupun saya hanya bengong, tetapi saya memperhatikan semua itu semampu saya. Saya juga bertemu dengan orang-orang dengan berbagai macam pemikiran dan memilii dedikasi untuk mengembangkan diri serta kemahasiswaan di kampus masing-masing.

Kegiatan di hari terakhir acara tersebut adalah kunjungan ke museum Geologi, gedung Asia afrika, dan wisata alam Curug Dago. Kunjungan tersebut sungguh mengagetkan karena sebelumnya tempat bersejarah itu merupakan tempat tujuan liburan saya yang gagal: Tour Keliling Bandung (tentunya sendirian. haha). Gagal karena saya tidak punya uang dan saya harus menjaga 2 orang adik yang di rawat karena demam berdarah. Tapi setidaknya, Allah tahu bahwa saya menginginkan perjalanan ini dan memberinya dalam bentuk lain. Hanya saja, saya belum sempat menuliskannya dalam laporan perjalanan, seperti yang telah direncanakan sebelumnya.

*Desember dan ISMKI

Minggu ini, teman-teman saya akan berangkat mengikuti Musyawarah ISMKI dan Workshop Badan Kelengkapan ISMKI di FK UGM, Jogjakarta. Kalau boleh jujur, saya ingin sekali mengikuti kegiatan workshopnya, terutama yang berkenaan dengan Badan Pers Nasional. Sungguh, saya sangat ingin tahu seluk beluk pers untuk mahasiswa kedokteran di Indonesia, bertukar pikiran dan sistem ke-jurnalistik-kan di masing-masing universitas dengan banyak orang, lalu mengembangkannya di kampus FK Unpad. Namun saya kurang beruntung karena esai saya gagal karena isinya memang tidak terlalu baik (kalau alasannya karena cape, itu terlalu klise).

Saat tahu esai saya gagal, saya menangis. Menangis karena usaha yang saya lakukan tidak maksimal.

Tapi bukan alma namanya bila terus larut dalam kekecewaan. Di waktu yang sama pula, saya menyusun serangkaian kegiatan yang akan saya lakukan sebagai pengganti kegagalan tersebut. Sekarang saatnya bagi saya untuk mencoba menulis bukan mengikuti pelatihan lagi. Ini waktunya untuk mempraktekkan apa yang telah saya pelajari.

Biarpun tulisan saya jelek dan tidak bermakna banyak bagi banyak orang, saya tidak boleh putus asa. Biarpun pemikiran saya sederhana, saya juga tidak boleh minder. Tiap-tiap orang memiliki jalannya masing-masing dalam mencapai cita-citanya. Ada yang butuh waktu 1 bulan, 3 bulan, 1 tahun, 8 tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun lamanya. Jadi, saya harus tetap berusaha.

*Hilang Minat

Entah kenapa, karena gagal ikut acara di Jogja (ISMKI dan Festival Film Dokumenter), saya jadi kehilangan minat untuk melakukan perjalanan gratis. Ujian dan beberapa hal akhir-akhir ini membuat beberapa pikiran saya berubah. Pikiran saya terkadang fluktuatif. Satu waktu ingin melakukan banyak hal, disisi lain ingin meninggalkannya begitu saja.

Teringat sebuah percakapan dengan salah seorang teman. Ia menangkap kesan bahwa yang menjadi delegasi fakultas untuk perjalanan gratis publikasinnya hanyak diketahui oleh orang-orang tertentu saja. Padahal masih banyak orang yang berkompetensi serta menginginkan perjalanan tersebut.

Saya tidak mau tahu jawabannya, walau kadang tergelitik pula untuk membahasnya lebih jauh. Saya hanya tahu saya harus mengembangkan diri saya untuk masyarakat yang akan saya bangun nantinya. Mengembangkan diri tidak harus melakukan banyak perjalanan bukan? Lagipula, ada banyak jalan menuju Roma.

Banyak perjalanan yang mengharuskan untuk bayar sendiri, seperti gathering, tetapi saya tidak tertarik (kecuali untuk acara jurnalistik waktu itu). Daripada untuk kumpul-kumpul saja, saya lebih senang mengalokasikan dana yang saya miliki ke tempat lain. Lagipula, orangtua memberi saya dana untuk kegiatan belajar, bukan untuk kemahasiswaan atau kegiatan luar kampus.

*Tak Menaruh Harapan

Argh,, kenapa saya menulis ini? haha.. Pemikiran kronis yang terpendam cukup lama.

Semalam saya mendapat nasehat untuk tidak kecewa karena saya pasti punya kesempatan lain selain workshop Desember ini. Saya tidak kecewa karena ada sederet rencana dalam kepala saya. Selain itu, menurutnya, saya direncanakan untuk mengikuti musyawarah nasional badan pers nasional di Padang pada bulan Maret nanti. Saya orangnya heboh, sehingga diberitahu untuk tidak heboh. Namun, sekarang saya hanya ingin menuliskannya disini agar tak perlu bercerita pada orang lain. Kakak itu tidak perlu tahu bahwa sebenarnya ikut atau tidak saya sudah tidak peduli. Tidak peduli karena saya tidak mau berharap. Bila ada orang yang lebih layak pun, silakan saja.

Saya yakin, bila saya dianggap tidak memiliki kontribusi sekarang, kesempatan lain pasti kan datang. Tugas saya sekarang adalah mempersiapkan diri dengan baik. Itu saja, tidak lebih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 11, 2008 by in Senat Mahasiswa.
%d bloggers like this: