Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Jadi Mentor Nulis


Banyak hal yang membuat saya harus berusaha menerima bahwa kita berbeda. Berusaha pula tuk menerima bahwa semua orang itu sama dihadapan Allah SWT.

Saya tidak pernah merasa takut atau harus sangat-sangat hormat pada orang yang dianggap luar biasa oleh orang lain. Karena apa yang ia peroleh, itu adalah karunia dari Allah. Jadi, sewajarnya saja saya mengagumi. Kalaupun rasa hormat, bukankah kita memang harus seperti itu. Mau orang yang pendidikannya jauh lebih tinggi dari kita, pun sebaliknya. Dihormati adalah hak setiap orang didunia ini, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun.

Minggu lalu, salah seorang teman mengajak saya untuk menjadi mentor menulis bagi teman-teman remaja di lembaga pemasyarakatan. Ini yang sulit: merubah persepsi dari kasihan menjadi perasaan ingin membuat orang lain maju.

Maksud saya, ada beberapa wacana bahwa bisa mengadakan acara di lapas adalah satu pengalaman dan prestasi sendiri. Saya tidak menyalahkan pemikiran ini, pun membenarkannya. Menurut saya, mereka sama dengan kita. Hanya saja, posisi mereka sekarang tidak seberuntung kita.

Saya menerima tawaran tersebut dan benar-benar berusaha untuk tahu apa yang bisa saya lakukan untuk mereka. Hal yang pertama saya tanyakan adalah: apa yang harus saya lakukan?

Teman saya bilang, mereka ingin teman-teman remaja tersebut menulis atau membuat puisi yang dekat dengan diri mereka. Tulisan tersebut harus memiliki tujuan untuk siapa, penting, dan genting. Jangan sampai mereka menulis tentang global warming yang jelas-jelas ga nyambung dengan keseharian mereka. Intinya, mereka menulis untuk berbagi, itu yang saya tangkap.

Saya kembali bingung, apa yang harus saya persiapkan. Lalu teman saya menyarankan untuk mencari tahu tentang musik hiphop. Ini dikarenakan selain pelatihan menulis, akan diadakan workshop lagu. Nantinya mereka akan diajarkan cara membuat lagu yang menurut teman saya dekat dengan keseharian mereka: hiphop. Jadi, saya disarankan untuk mencari tahu tentang lagu hiphop dan mendengarkannya agar tahu makna apa yang tersembunyi dari pengekspresian musisi hiphop terhadap karyanya. Doakan ya!

Kembali mengenai menulis. Karena saya masih merasa kurang sebagai seorang mentor, saya bertanya pada kakak se-kostan saya yang kuliah di jurusan psikologi, menengai remaja. Apa yang bisa saya sentuh dari mereka, apa yang bisa saya lakukan untuk mengarahkan mereka, apa saja hal yang paling dekat dengan mereka, bahkan sampai kata-kata seperti apa yang bisa saya komunikasikan dengan mereka. Saya agak takut karena merasa kurang qualified sebagai mentor. Takut apa yang akan saya katakan kepada mereka salah, bertele-tele, terlalu dominan, dan yang lebih mengerikan mematahkan imajinasi dan kreativitas mereka.

Tapi, pagi ini saya mendapatkan tips-tipsnya. Tentunya sudah saya catat di buku saya.

Pastinya sebelum acara saya akan dibriefing terlebih dahulu. Selain itu, saya juga akan berdiskusi dan meminta pendapat apa dan bagaimana pada teman-teman lain yang sudah berpengalaman sebelumnya. Tapi, tak ada salahnya kan saya bersiap-siap dari awal?

Saya ingin teman-teman remaja itu bisa bebas berekspresi.
Saya ingin mereka menemukan apa yang akan mereka lakukan di masa depan nantinya.
Saya ingin mereka tahu apa yang mereka inginkan.
Saya ingin mereka yakin pada diri sendiri dan sukses di masa depan.
Saya ingin mereka bisa melakukan hal yang terbaik dalam segala hal.
Saya ingin mereka bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Masih ada waktu satu minggu bagi saya untuk mempersiapkan diri dan memantapkan niat lebih baik. Semoga semuanya bisa terlaksana dengan baik. amin

4 comments on “Jadi Mentor Nulis

  1. Jaya
    March 13, 2009

    Selamat ya jadi mentor nulis,,,
    Bagi donk tips-tipsnya

  2. almahira
    March 13, 2009

    hehehe

    doain ya! kalo udah selesai acaranya, nanti insya allah alma buat laporannya..

  3. adiwena
    March 19, 2009

    Hooo, jadi mentor nulis itu tugas yang berat-tapi-asik. Kita bisa belajar lebih banyak tentang kekurangan kita waktu mau ngajarin orang lain sesuatu (Bah, udah kayak orang tua gini gw)

    Bon courage !!

  4. almahira
    March 20, 2009

    @adiwena..
    iya… betul tu
    banyak hal yang saya dapat dari kegiatan ini.
    terutama saat bekerja sama dalam tim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 11, 2009 by in Uncategorized and tagged , .
%d bloggers like this: