Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Selamatkan Bumi Lewat Media


Global Warming, Sebuah Masalah

Pemanasan global atau yang biasa dikenal dengan Global Warming merupakan sebuah kondisi dimana suhu bumi meningkat beberapa derajat celcius dan mengakibatkan banyak masalah bagi umat manusia di dunia. Penyebab utama dari global warming adalah efek gas rumah kaca, terutama gas CO2. Gas CO2  mempunyai peranan yang cukup besar dalam mempertahankan suhu bumi. Ia memiliki kemampuan untuk menyimpan panas sehingga suhu atmosfer tetap stabil. Namun, sejak dimulainya revolusi industri pada abad 18, produksi gas ini semakin  melimpah sehingga panas yang dimiliki bumi berlebihan.

Bayak hal pemicu terjadinya global warming. Industri merupakan salah satu kunci utama dalam masalah ini, tetapi kita tak dapat menutup mata bahwa hampir setiap kegiatan yang kita lakukan sehari-hari ikut memperburuk keadaan yang ada. Khusus untuk Indonesia, ia merupakan penyumbang CO2 terbesar di kawasan Asia Tenggara akibat kebakaran hutan yang terjadi hampir setiap tahun. 

Efek Global Warming Terhadap Dunia

Pengaruh utama dari global warming adalah perubahan suhu bumi. Tetapi, bukan berarti masalah berhenti hanya sampai disitu. Ada banyak masalah timbul di berbagai bidang, bahkan hampir diseluruh aspek kehidupan manusia. Mari kita ambil contoh yang paling dekat dengan kehidupan kita. Hal yang paling terasa adalah adanya perubahan iklim. Bila dulu, semasa SD, kita mempelajari bahwa musim hujan di Indonesia turun di bulan Oktober-April, kini hal tersebut sudah tidak dapat diprediksi kembali.

Tentunya ketidakjelasan iklim ini merugikan banyak pihak, khususnya petani.  Bisa ditebak, akibatnya terjadi krisis pangan dibeberapa daerah yang ujung-ujungnya bisa merembet hingga masalah ekonomi dan kesehatan.

Itu baru satu dari sekian banyak masalah yang timbul. Mencairnya es di kutub, gelombang panas di india yang memakan korban, meningkatnya kasus kanker kulit,  kekeringan, banjir, kenaikan pasang air laut, dan masih banyak lagi kasus-kasus yang jumlahnya makin membengkak setiap tahunnya.

Lalu, darimanakah kita, yang tidak mengalami kejadian diatas, mengetahui efek tersebut? Jawabannya adalah media. Tanpa kita sadari, media telah menjadi bagian penting dalam kehidupan umat manusia, sehingga ini bisa menjadi alat yang tepat sebagai kampanye penyelamatan bumi.

Mengapa Media?

Kita tak bisa mengelak dari kenyataan bahwa media memiliki peran ”mengerikan” dalam pembentukan opini publik. Sebuah informasi yang salah pun bisa dianggap benar bila terus-menerus dipublikasikan sebagai sebuah kebenaran.

Kabar baiknya, media kini mulai gencar dengan pemberitaan mengenai global warming. Mulai dari informasi mengenai penyebab hingga hal-hal kecil yang bisa dilakukan seorang individu dalam usaha pencegahan  global warming yang semakin parah. Kampanye global warming sama artinya dengan kampanye peduli lingkungan. Dan bila kita melihat tren yang sedang berkembang di masyarakat, peduli lingkungan sudah menjadi gaya hidup yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan modern ini. Siapa yang berperan? Lagi-lagi jawabannya adalah media.

Secara umum, terdapat 2 klasifikasi besar dalam penggolongan media: cetak dan elektronik. Semakin hari, bentuknya pun semakin inovatif. Mulai dari koran, booklet, buletin, majalah, radio, televisi, hingga internet. Belum lagi informasi-informasi tersebut bisa kita akses dimana saja, seperti melalui telepon genggam. Selain itu, kita juga bisa menjadi bagian dari pemberi informasi tersebut.

Mahasiswa dan Media

Apa yang bisa dilakukan seorang mahasiswa sebagai upaya pencegahan global warming agar tidak semakin parah? Banyak hal yang bisa kita lakukan sebenarnya. Kita semua tahu, topik mengenai global warming sudah umum berkembang di masyarakat, bahkan kita akan di cap tidak aware bila tak acuh terhadap masalah yang satu ini.

Bila jeli, kita akan menemukan banyak tips di media, baik cetak maupun elektronik, mengenai pola hidup yang sesuai agar tidak semakin ”merusak” bumi. Misalnya, kampanye anti tas plastik, menanam pohon di rumah, atau sekedar membuka jendela lebar-lebar untuk penghematan penggunaan AC.

Lalu pertanyaannya adalah: ”Mengapa kita tidak menjadi bagian dari kampanye di media tersebut?” Salah satu kemampuan mahasiswa yang paling potensial adalah menulis. Bukan berarti peranannya dalam kegiatan lain tidak penting, melainkan dengan menulis, seorang mahasiswa bisa memberikan kontribusinya kepada masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.

Media cetak khususnya, kini telah banyak yang memiliki kolom khusus bagi mahasiswa. Kita bisa menunjukkan kepedulian kita dengan menjadi penulis disana. Selain itu, kita bisa memanfaatkan media elektronik, khususnya internet, sebagai upaya kita dalam berkontribusi. Salah satu contoh yang paling real adalah dengan membuat blog dan mem-posting tulisan tentang kampanye global warming. Karena blog bersifat pribadi, kita bebas menulis apa saja, seperti mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak mendukung gerakan anti global warming. Bahkan bila enggan menulis, kita bisa berkontribusi dengan memasang banner website yang aktif mengkampanyekan hal tersebut di blog, atau hanya sekedar berpartisipasi dalam sebuah forum dunia maya.

Pada akhirnya, media memang tidak bisa lepas dari peranannya sebagai penyukses gerakan anti global warming. Terkadang, pengaruhnya tidak berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Namun, kita tidak boleh pesimis dan harus yakin serta tetap semangat untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui media.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 23, 2009 by in Opini.
%d bloggers like this: