Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Kejutan dari Udara: Kenyataan, Mitos, dan Masalah Seksualitas Masyarakat Via on Air


“Ma, siaran yuk!”

“Hayu!”

Ga tau kenapa tiba-tiba aja aku mengiyakan waktu Program Officer dari LSM yang aku ikuti mengajakku untuk ikut siaran di radio. Dulu waktu tingkat satu, ditawari berkali-kali ga pernah mau. Diiming-imingi seru banget juga tetap ga bergeming. Padahal lokasi siaran yang dulu lebih dekat daripada sekarang. Hm, mungkin karena sekarang udah tahun ketiga kuliah kali ya! Jadi lebih berani karena lebih tau medan dan udah gede juga. Hehehe…

Nama acaranya Sexopolitan, bertempat di daerah Dago, mengudara setiap hari Sabtu dari jam 22.00-24.00, dan mengusung tema tentang kesehatan reproduksi remaja. Kebetulan waktu aku ikut siaran, ga ada tema khusus yang kita bawakan selain tanya jawab. Yang namanya kesehatan reproduksi, siarannya malam-malam, pastinya obrolan ga bakalan jauh ke masalah seks. Pas awal-awal masuk ruang siaran, aku meyakinkan diri sendiri supaya pede, jangan gugup, dan ga boleh kedengaran ragu kalau ngomong. Soalnya aku pikir, meskipun dikampus mungkin aku termasuk orang yang standar-standar aja, tapi yang namanya orang medis, pasti didengerin sama orang yang ga punya latar belakang medis. Kalau kita jawabnya asal, mereka juga bakal percaya kok. Tapi jangan mentang-mentang orang percaya lalu kita bisa jawab sekenanya. Pernah ada kejadian narasumber salah ngejawab dan ditegur sama dokter, yang ikut dengar siaran, secara off air. Waduh!

Diruang siaran, kami dipandu oleh teteh penyiar yang cantik. Dia sangat interaktif dengan pendengar dan juga kami sebagai narasumber. Pertanyaan-pertanyaan yang masuk sih biasanya lewat SMS atau wall di Facebook. Nah, saat jeda lagu, biasanya penyiar memberitahu kami terlebih dahulu soal isi SMS yang masuk dan topiknya menarik. Jadi seenggaknya kita bisa berpikir dulu dan ga asal nyeplos bicara.

Pertanyaannya banyak dan menurutku cukup seru dan berbobot. Pertanyaan cukup sering biasanya seputar menstruasi. Penanya rata-rata berusia 20 tahun, ada juga yang sudah menikah dan cerita soal masalah kehidupan seksualnya.

Aku lupa pertanyaan pertama yang ditanyakan pada kami apa saat itu. Banyak hal-hal lucu, aneh, dan seumur-umur aku baru dengar istilah seperti itu. Misalnya saja cokbun, istilah lain dari proses ma*t**b*s* dengan menggunakan teknik sederhana. Ada juga yang bertanya bagaimana caranya membesarkan Mr. P. Aku kira jaman sekarang, dengan banyaknya informasi yang ada, hal kayak beginian udah basi untuk ditanyakan, tapi ternyata anggapanku salah.

Pertanyaan yang membuatku sedikit bingung adalah mengenai pap smear. Awalnya aku cukup senang karena dikampus belajar soal pap smear, apalagi langkah-langkahnya di OSCE masih kuingat dengan jelas. Kegunaannya juga. Tapi, si penanya ga akan pernah bertanya hal-hal teknis soal pap smear. Percaya deh! Dia cuma nanya buat apa, harus atau engga, dan mulai kapan?

Ups! Untung aja penyiarnya inform consent dulu sama kita. Jadinya ada waktu untuk berpikir dulu. Nah, sialnya, aku bener-bener lupa dan pajeulit masalah waktunya. Tiba-tiba aja bingung, seingatku ada interval tertentu untuk melakukan tes ini. Aku lupa, yang setahun sekali yang mana, yang sepuluh tahun sekali yang mana, atau bahkan enam bulan sekalikah? Belum lagi kapan waktu ideal buat cek pertama kali juga lupa. Bodohnya aku malah keingetan materi epithelial junction di cervix. Kan daripada aku ngacapruk dan malah salah, jadinya cari aman aja dengan jawab: “Pap smear itu salah satu pemeriksaan untuk melihat adanya resiko kanker leher rahim. Kalau untuk waktu pemeriksaan baiknya kapan, bisa tanya langsung ke dokternya aja”. Huff… Pas aku buka-buka lagi catatan RPS, ternyata tebakanku saat itu memang salah semua! T.T

Ada SMS masuk yang menurutku cukup miris. Salah seorang pendengar yang udah menikah bercerita kalau ternyata suaminya masih ga percaya kalau pas menikah dia masih perawan. Kalau kasus kayak begini, biasanya mereka (baca: laki-laki) pakai standar pendarahan waktu coitus pertama kali. Walah walah! Masih aja banyak orang yang percaya kalau standar virginitas diukur dari situ, tapi kenyataannya memang masih banyak yang kayak begitu. Entah karena mereka ga tau atau emang lebih percaya sama mitos daripada informasi yang benar. Nah, karena si penanya ga bilang alasan jelasnya apa, jadi temanku menjawab secara logika. “Kalau misalnya suami kamu bilang kamu ga perawan karena dia tahu perawan itu kayak gimana, berarti dia juga belum tentu perawan dong?” Tentunya kita juga menyarankan pada penanya untuk berkomunikasi dan bertanya lebih lanjut kepada suaminya kenapa dia bisa beranggapan seperti itu.

Siaran hanya berlangsung selama 2 jam, tetapi diruang siaran tidak satupun dari kami yang terlihat mengantuk meski waktu menunjukkan hampir jam 12 malam. SMS yang masuk jumlahnya juga masih tetap bertambah. “Kalau urusan kayak gini, emang bikin on terus”, canda salah seorang dari kami.

Itu pengalamanku sehari menjadi narasumber di radio. Mudah-mudahan sih kedepannya, aku bisa ikutan lagi dan berbagi ilmu dengan para pendengar. Lagipula, setelah siaran, aku jadi membuka kembali catatan RPS-ku yang nyaris terlupakan. So, sekali mendayung tiga pulau terlewati bukan? Senang-senang, bagi-bagi ilmu, dan belajar. (alma)

13 comments on “Kejutan dari Udara: Kenyataan, Mitos, dan Masalah Seksualitas Masyarakat Via on Air

  1. Vicky Laurentina
    December 10, 2009

    Siaran begitu selalu mengkhawatirkan saya. Bukan apa-apa, takut dikoreksi dokter senior di depan umum kayak gitu. Selamat ya Alma, kamu berani.

    • almahira
      December 11, 2009

      makasih kak Vicky…
      katanya dulu juga pernah ada yang dikoreksi gitu, makanya alma juga hati-hati banget. tiap mau siaran pasti buka-buka lagi textbook🙂. kalau ga yakin, mending diem atau kasih jawaban netral. hehehe…

      kalau dikoreksi didepan umum, nampaknya sulit, soalnya via SMS.🙂

  2. JakaPrasetya
    December 11, 2009

    pertama kali mampir, udah ngomongin seks😀

    • almahira
      December 11, 2009

      Hahaha…
      terima kasih udah mau mampir…

  3. Abdi Jaya
    December 11, 2009

    keberanian yang luar biasa, jadi narasumber… padahal masih semester 3 kan?
    sayangnya kok pembahasan pap smearnya dikit banget…

    • almahira
      December 12, 2009

      saya semester 5.^^’
      tulisan ini emang kekurangannya ga fokus sama 1 topik. hehehe…

  4. zaky
    December 17, 2009

    aslinya.. bengong2 baca tulisan inih. *sorry bukan orang kesehatan* kalo bisa sediain daftar terminologinya juga dong.. biar gak terlalu melongo.. makasih

    • almahira
      December 17, 2009

      punten ky…
      soalnya ini tulisan dimajalah kampus. jadi segmentasinya memang mahasiswa FK. hehehe

      • tika
        December 22, 2009

        baru baca niy al.. haha.. ada2 aja ternyata yah.. emang lah ariza plng top.. wkwkwkwk… sebenrnya selain mendengarkan, tka jg sering sms.. tp gak pernah pk nama asli.. hhaahaha.. jd pengen cerita2 lg.. sukses yah..

      • mylearningissue
        December 22, 2009

        @tika
        iya.. makasih tika.
        wah, senangnya ada yang berkunjung ke blog ini. hehehe

  5. destri
    January 23, 2010

    jadi penasaran dengerin kmu siaran maw..^^
    gelombangnya gak nyampe tasik kayaknya aplagi bogor, heuheu..

    • mylearningissue
      January 23, 2010

      doakan saja saya akan menginvasi tasik suatu hari nanti.🙂

  6. farissaluthfia
    January 26, 2010

    almaaa..siaran radio? penasaran🙂 sukses terus ya alma🙂 salut deh😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 10, 2009 by in post and tagged .
%d bloggers like this: