Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Perempuan Indonesia: Bagian mana ya yang harus diperbaiki?


Setelah kuliah mengenai kesehatan masyarakat tentang perbaikan gizi masyarakat selesai, ada banyak sekali pertanyaan yang berputar-putar dikepala saya. Terutama mengenai program perbaikan gizi di Puskesmas.

Ada 6 pelayanan dasar Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan primer di masyarakat: Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Ibu & Anak dan Program KB, Nutrisi, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular, dan Pelayanan Kesehatan.

Yang menggelitik buat saya adalah program nutrisi. Ada banyak sebenarnya program-program tersebut. Hanya saja yang manarik perhatian saya adalah program Rp5000/hari bagi anak dengan gizi kurang. Ketika dalam suatu daerah jangkauan sebuah puskesmas terdapat anak dengan gizi kurang, keluarga anak tersebut akan diberi uang sebesar Rp 5000/hari selama 90 hari. Fungsinya? Tentu saja untuk membeli makanan untuk si anak tersebut. Tapi sayanganya, keluarga yang memiliki anak dengan kasus gizi kurang umumnya berada pada ekonomi rendah sehingga dana tersebut digunakan untuk seluruh keluarga.

Nah, kalau sudah begini, pintar-pintarnya kader. Biasanya, para kader puskesmas ini akan menggunakan uang 5000 tersebut untuk dibuatkan makanan dan susu, lalu mereka keliling membagikan ke rumah-rumah penduduk yang anaknya bergizi kurang, dan makanan tersebut harus dimakan langsung didepan kader. Tapi, kader sendiri waktunya terbatas sehingga pemberiannya diserahkan kepada sang ibu. Mau menunggu anak makan? Sulit juga bukan? Mereka juga harus keliling ke beberapa rumah. Bisa dibayangkan dedikasi mereka terhadap masyarakat padahal mereka tidak dibayar. Bisa ditebak, kemungkinan besar makanan tersebut jatuhnya untuk sekeluarga, bukan untuk anaknya yang jelas-jelas kurang gizi. Ini yang menjadikannya lingkaran setan, tak heran masalah gizi di Indonesia tak pernah selesai.

Dosen saya sangat menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan tak mungkin bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan kerjasama lintas sektor didalamnya. Bidang pendidikan, sosial, ekomoni, pertanian, dan lain-lain tak bisa bekerja sendiri-sendiri. Saya juga pernahmem baca kalau idealnya, aspek kesehatan menjadi bahan pertimbangan disetiap pengambilan keputusan.

Lalu dengan semena-mena, saya berpikir bahwa kunci terpenting dari kondisi gizi masyarakat adalah perempuan ditingkat keluarga. Bukan apa-apa sih, tapi saya suka kesal sendiri ketika orang-orang datang kerumah untuk pinjam uang. Mereka mengeluh tidak punya uang untuk membeli makanan, dirumah tidak ada beras. Tapi kenyataannya? Suaminya merokok, uang jajan anaknya lebih dari dua kali lipat uang jajan adik saya yang SD (kalau ga salah sehari dia dijatah untuk jajan maksimal 2000). Hal lainnya tak perlul disebutkan karena rokok dan jajan adalah dua hal yang setiap hari pasti minta jatah, beda dengan keinginan beli pakaian. Padahal kalau dipikir-pikir, uang itu bisa untuk beli beras, sayuran, dan lauk pauk lainnya yang memang lebih sehat. Kalau jajan? Mereka biasanya membeli ciki-ciki yang banyak mengendung Msg dan jelas-jelas tidak mengenyangkan.

Logikanya, bapak itu kerja. Jadi pastinya yang mangelola prioritas gizi ditingkat keluarga cuma satu: ibu. Ibu itu perempuan, jadi mungkinkah ada masalah dengan pola pikir pada perempuan Indonesia?
Ah, kalau saja mereka tahu bahwa tindakan itu malah sebenarnya menabung penyakit buat anaknya nanti (mereka tahu, tapi kadang suka ga tegaan kalau anaknya nangis).

Iseng berpikir, adakah pendidikan tentang pola pikir? Hahaha… tapi saya sendiri juga bingung seperti apa.
Rrrr…

Kadang saya suka pengen marah. Kenapa hal-hal yang lebih prioritas dan memiliki nilai jangka panjang kadang lebih tidak diperhitungkan?

Jadi, ini masalah siapa (balik lagi ke gizi)? Kesehatankah? Tapi kalau kondisi ekonomi rendah juga sulit. Belum lagi aspek-aspek lainnya yang belum saya ketahui. ^^

*argh! Tulisannya acak amburadul.

Maaf kalau saya salah dan sok tahu. Hanya mengeluarkan isi kepala.

2 comments on “Perempuan Indonesia: Bagian mana ya yang harus diperbaiki?

  1. zaky
    December 17, 2009

    bravo..!! belajar tanpa henti gak cuma buat alma.. tapi buat indonesia.. yap entah kapan kesadaran itu bisa numbuh.. saya baru bisa berharap.. tapi smoga alma sudah berencana ^^

    • almahira
      December 17, 2009

      @zaky
      masih inget bagian “tentang mamaw” di crunchy popcorn?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 14, 2009 by in post and tagged .
%d bloggers like this: