Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Selamatkan Ibu dari Kematian


Kematian ibu adalah kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh dll (Budi, Utomo. 1985). Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai angka 307 per 100.000 kelahiran hidup. AKI Indonesia bahkan dinobatkan sebagai AKI tertinggi di Asia. Sebuah kenyataan yang sangat ironis mengingat ibu adalah pendidik generasi bangsa selanjutnya.

Ada banyak faktor yang menyebabkan tingginya AKI di Indonesia. Penyebab langsung diantaranya komplikasi obstetri: pendarahan, infeksi, eklamsi, partus macet. Sedangkan faktor tidak langsung terdapat istilah 3 Terlambat (terlambat ambil keputusan, terlambat transportasi, terlambat mendapat pelayanan kesehatan) dan 4 Terlalu (terlalu muda, terlalu tua, terlalul dekat, terlalu sering). Di Indonesia, terdapat Gerakan Sayang Ibu yang terintegrasi dalam program Desa Siaga sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil.

Gerakan Sayang Ibu

Gerakan Sayang Ibu (GSI) adalah sebuah gerakan yang dilakukan oleh masyarakat, bekerja sama dengan pemerintah, untuk meningkatkan perbaikan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan yang ditujukan untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). GSI tidak dapat berjalan jika hanya dilihat dari satu sektor, yaitu kesehatan. Agar pelaksanaan GSI dapat berjalan dengan baik, dibutuhkan kerjasama lintas program.

Secara umum, tujuan dari GSI dalam program kesehatan adalah menjamin ibu hamil (bumil) mendapat akses pelayanan kesehatan, sehingga angka kematian dapat turun hingga 75%.

Indikator Primary Health Care

Terdapat Indikator yang harus dipantau oleh Puskesmas untuk memastikan bahwa program GSI terlaksana dengan baik. Indikator untuk bumil adalah kunjungan mereka dalam mengakses pelayanan kesehatan (K=kunjungan). Terdapat 4 kunjungan: K1, K2, K3, K4.

  1. K1: kunjungan pertama kali bumil yang mengakses pelayanan pada trimester 1 kehamilan. Bumil akan mendapatkan pelayanan 5T: Tensi , Tinggi Fundus , 2 x TT (Tetanus Toksoid), Timbang berat badan , Tablet Fe (90 butir).
  2. K2 dan K3: pemeriksaan rutin.
  3. K4: kunjungan ke4 setelahj K1, dilakukan saat trimester 3 kehamilan. Bumil akan mendapat pemberian Tablet  Fe 30 butir (selain tentunya pemeriksaan kehamilan).

Bagi Puskesmas, K1 mencerminkan kemudahan akses pelayanan kesehatan dan K4 mencerminkan mutu pelayanan.

Sedangkan untuk neonatal (bayi usia 0-30 hari), terdapat 2 kali kunjungan utama yang harus terus dipantau oleh Puskesmas. N=neonatorum.

N1: kunjungan neonatal pada minggu pertama (0-7 hari). Kalau pada kunjungan bumil petugas kesehatan memeriksa bumil yang datang ke Puskesmas, sedangkan pada kunjungan neonatal (N1), bayi dikunjungi oleh tenaga kesehatan.

Mengapa harus ada N1?

Jika ada kasus tetanus neonatorum, dapat lebih cepat terdeteksi. Masa inkubasi tetanus neonatorum hanya 4-6 hari dan tidak akan muncul setelah 7 hari. Biasanya ibu mengeluh karena anak enggan menyusui (karena sudah trismus). Jika ini terjadi, tanya pada ibu sudah berapa lama anak tidak mau menyusui, lihat juga tali pusatnya apakah bersih, merah, atau menunjukkan tanda-tanda infeksi. Jika terdapat tanda-tanda infeksi harus langsung dikirim ke pusat pelayanan kesehatan.  Petugas kesehatan juga mengamati perkembangan dari neonatal, terutama bila bayi dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) yang ditandai dengan hpotermi (pucat, dingin).

N2: kunjungan neonatal pada usia 8-28 hari.

Kunjungan N1 dan N2 sangat penting karena banyak angka kematian bayi pada neonatorum.

Peduli Ibu

Angka kelahiran di Indonesia mencapai 4 juta setiap tahunnya. Bila terdapat 300 ibu yang meninggal tiap 100.000 kelahiran hidup, berarti ada sekitar 12.000 ibu yang meninggal setiap tahunnya. Ini sama dengan 20 buah pesawat boeing dengan penumpang 600 orang ibu hamil, kemudian semua pesawat tersebut diledakkan diudara.

Ayo kita peduli! Minimal dengan mengingatkan ibu-ibu hamil disekitar kita untuk mengawasi perkembangan kehamilannya!

Untuk seluruh ibu didunia…

Selamat Hari Ibu…

3 comments on “Selamatkan Ibu dari Kematian

  1. martabakspesial
    December 28, 2009

    kejam amat perumpamaannya nih, sepertinya ga perlu sampai kata diledakkan deh.ampe naik psawat boeing 747 jg org dah ngerti. oia kurang 747 tuh sepertinya.

    • mylearningissue
      December 28, 2009

      747 itu ukuran paling gede buat penumpang. kan ada yang kecilnya juga, jadi diambil rata2 aja.😀

      kejam? soalnya kenyataannya emang kayak gitu.

      • alin.aun
        December 28, 2009

        Waw. Aku tertinggal,.. T_T
        Semalem ketiduran jadi belom ngepost tulisannya. Masih belum selesai juga sebenernya. Hheh,.
        Oke nih temanya, kesehatan. Sukses ya, Alma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 27, 2009 by in kesehatan and tagged , , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: