Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Tulisan: Sebuah Bentuk Kepedulian


Seorang sahabat mengajak saya untuk mengikuti lomba blog. Hal yang membuat saya tertarik ada temanya, yaitu “Kita Peduli”. Tidak hanya itu, temanya pun bebas (setidaknya itu yang saya tangkap dari ketentuannya).

(Ayo teman-teman, ikutan lombanya juga ya! Klik disini untuk infonya.)

Pada awalnya, kata “Kita Peduli” dikepala saya lebih identik tentang lingkungan hidup. Padahal, peduli lingkungan memiliki ruang lingkup tak terbatas. Ada banyak sekali aspek yang terlibat didalamnya, hanya saja isu tentang hayati sedang marak didunia. Apalagi pertemuan di Kopenhagen, Denmark, masih hangat diperbincangkan sehingga isi kepala saya tentang lingkungan pun tak jauh dari hal tersebut.🙂

Dengan mengikuti lomba blog ini, setidaknya bisa menambah semangat saya untuk terus menulis. Saya ingin orang-orang yang membaca tulisan saya bisa mendapat sesuatu. Meminjam istilah sahabat: diari, tapi bukan diare; ada sebuah nilai yang bisa didapat seseorang usai membaca tulisan yang menjadi pemikiran-pemikiran kita.

Saya ingin orang-orang menjadi lebih peduli terhadap generasi bangsa dimasa depan. Menurut saya, kuncinya adalah perempuan karena porsi mereka lebih besar dalam mendidik anak. Jadi, saya ingin membuat banyak orang  peduli dengan perempuan dengan pertimbangan berbagai aspek, khususnya kesehatan yang memang menjadi bidang saya. Peduli tidak sebatas pada pemenuhan hak hidup, hak pendidikan, dan hak mendapatkan fasilitas. Ada yang lebih penting dari itu semua: karakter dan pola pikir masyarakat. Seseorang dengan karakter yang kuat, pemikiran terbuka, dan berpikiran untuk terus maju, sangat dibutuhkan sebagai modal paling mendasar untuk kemajuan sebuah bangsa.

Semoga dengan mengikuti lomba ini, blog saya jadi lebih banyak pengunjungnya. Jadi, kesempatan berbagi pemikiran menjadi lebih banyak.🙂

Selamat membaca…

2 comments on “Tulisan: Sebuah Bentuk Kepedulian

  1. martabakspesial
    December 28, 2009

    ka banten rek meser kangkung..pararunten ngiring ngalangkung😀

    -kayanya sih kamu dah tau siapa saya- hahaha

  2. adiwena
    December 29, 2009

    Wah, perempuan sebagai ibu ya?

    Saya senang dengan pandangan itu. Emansipasi perempuan memang tidak wajib dilakukan melalui aktivitas politik-sosial-ekonomi yang mublik.

    Di rumah, mendidik anak, supaya dia jadi cerdas dan shaleh juga emansipatoris ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 28, 2009 by in activity and tagged , , , , , .
%d bloggers like this: