Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Sedikit Bicara Jurnalistik


“Jurnalistik adalah pilar keempat dari demokrasi.”

Ada lima pilar utama sebuah negara, yaitu trias politika (legislatif, eksekutif, yudikatif), jurnalistik, dan radio. Trias politika memang selayaknya berada pada tiga posisi teratas karena porsinya dalam fungsi vital negara. Tetapi jurnalistik, meskipun tidak memiliki peran pada sistem pemerintahan, tetap menjadi bagian tak tepisahkan. Ia bisa menjadi kawan ataupun lawan yang bisa meluluh lantakkan sebuah sistem karena pengaruhnya yang besar terhadap opini publik.

Mari mengenal sedikit tentang jurnalistik, atau yang kita kenal pula dengan istilah pers.

Jurnalistik berasal dari kata Journal atau du Jour (bahasa perancis) yang artinya catatan atau berita harian. Adapun kegiatan jurnalistik tergabung dalam proses mengumpulkan, menyiapkan, dan menuliskan sebuah informasi yang nantinya disebarluaskan melalui media massa. Dengan tujuan menyampaikan kabar yang baru kepada banyak orang secepat mungkin, terkandung sifat mendidik, memimpin, mengecam, dan memberikan saran didalamnya.

Bahasa yang digunakan adalah bahasa jurnalistik. Dimana bahasa jurnalistik memiliki sifat tulisan yang singkat, padat (sarat informasi), sederhana (sehingga mudah dimengerti khalayak umum), lancar (tidak tersendat-sendat tutur kata/penceritaannya), lugas (apa adanya), menarik, jelas (tidak menimbulkan salah tafsir ataupun ambiguitas), netral (tidak diskriminasi), judul kalimat menggunakan kalimat positif (sehingga lebih efisien dan menarik), bahasa baku (sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku), dan langsung (tidak bertele-tele).

Dari segi kegunaan, jurnalistik memiliki setidaknya empat fungsi utama dimasyarakat: menyiarkan informasi sebagai bagian kebutuhan masyarakat modern, mendidik, menghibur, dan mempengaruhi.

Kekuatan Jurnalistik Cetak

Kegiatan jurnalistik yang bisa diasah sejak mahasiswa adalah jurnalistik melalui  media cetak, khususnya di kampus FK Unpad. Bukan bermaksud mendiskriminasikan, hanya saja satu-satunya media informasi yang menggunakan kaidah jurnalistik di kampus FK Unpad adalah media cetak. Saat ini kita tidak ada fasilitas radio kampus, apalagi media televisi. Slide-slide yang diputar di ruang kuliah hanya sebatas publikasi. Jika ditujukan sebagai pencerdasan pun masih jauh dari kaidah-kaidah jurnalistik yang ada.

Setiap bentuk media ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jurnalistik dimedia cetak memang bisa lebih memuaskan pembaca, terutama detil berita, tetapi informasi lebih lambat tiba dibandingkan media eletronik. Namun begitu, media elektronik pun harus selalu diikuti saat disiarkan jika ingin mengetahui berita secara utuh.

Bagi jurnalistik media cetak, banyak sekali kelebihan didalamnya.  Kekuatannya dalam sebuah tulisan mampu menghanyutkan para pembacanya sehingga dapat membentuk opini publik. Hal ini dikarenakan komunikasi satu arah antar penulis dan pembaca sehingga tak ada ruang diskusi bebas diantara mereka. Selain itu, tulisan terbit atas nama lembaga sehingga komunikasi yang terbentuk besifat kelembagaaan. Target pembaca pun beragam yang bisa membuat sebuah tulisan member pengaruh terhadap berbagai lapisan masyarakat.

Terakhir, mengutip kata-kata Baharudin Lopa yang dikutip oleh Aldir sebagai pesan bagi para jurnalis: “Bila kalian menulis, lakukanlah secermat mungkin. Karena bila kau salah tulis, akibatnya bisa fatal. Betapa banyak orang bisa rusak dan hancur.” (Alma)

-maaf, saya lupa judul buku sumber tulisan ini-

7 comments on “Sedikit Bicara Jurnalistik

  1. Rizal Dwi Prayogo
    March 5, 2010

    mba alma, sy ijin ngopi sebagian tulisan ini.
    Udah sy cantumin jg sumbernya..

  2. Vicky Laurentina
    March 6, 2010

    Saya dulu editor Medicinus lho. Selain membenahi tulisan orang-orang yang EYD-nya suka ampun-ampunan, saya juga nulis tentang kegiatan-kegiatan kampus. Banyak yang tidak diketahui mahasiswa tentang kampus mereka, dan Medicinus itu sangat membantu mahasiswa FK Unpad lebih akrab dengan kampus mereka sendiri.

    • mylearningissue
      March 7, 2010

      hwaaaaa
      kapan-kapan sharing2 atau bagi2 cerita ya mba.🙂

      sekarang medicinus lagi proses pencarian jati diri kembali (halah bahasanya!). banyak yang lagi dibenahi mba, terutama konsep. hihihi

      kalau aku sekarang jadi pemred.😥

  3. vany
    March 7, 2010

    gara2 baca tulisan ini, aku jd tahu sejarahnya jurnalistik…hehehe

  4. Dodi
    April 6, 2010

    Tumben Ma nulis hal yang berbau jurnalistik

  5. jaya
    May 3, 2010

    beruntung banget alma yang dapat kesempatan untuk berkiprah di dunia jurnalistik kampusnya ya…
    sebuah keuntungan yang tidak pernah aku dapatkan saat kuliah dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 5, 2010 by in Uncategorized and tagged , , , , , .
%d bloggers like this: