Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Perjalanan Menuju Universitas Gunma – bagian 2


Sampai akhir tahun ketiga selesai, prestasi saya dalam akademik dan kemahasiswaan tidak terlalu menonjol. Disini saya mulai menyadari bahwa sedikit dan sekecil apapun peran saya, hal paling penting adalah belajar untuk loyal dan bertanggung jawab. Meskipun sulit, saya hanya tahu saya harus terus berusaha. Seperti kata Newton tentang hukum kelembaman, Benda yang diam akan cenderung diam dan benda yang bergerak cenderung terus bergerak, dan saya memilih tuk terus bergerak. Ternyata, membuat diri terus bergerak ketika kejenuhan berada dalam titik puncak adalah usaha yang tidak mudah.

Pertengahan Agustus, saya masih bertanya-tanya apakah tahun ini akan tetap diadakan pertukaran pelajar ke Gunma karena pengumuman seleksi tak kunjung datang. Orientasi saat itu sudah berubah, ada misi terselubung kalau menurut salah seorang sahabat. Saya sadar diri, semua aspek yang dimiliki tak akan cukup membawa saya ke Jepang. Saat itu saya hanya ingin pikiran saya tentang kemahasiswaan diketahui oleh para dosen yang aktif dibidang kemahasiswaan (voila! kebetulan yang menguji presentasiku dr. Tiaw. hehe). Meskipun banyak sok tahu dengan analisis yang kurang mendalam, saya ingin suara saya, sebagai mahasiswa kedokteran, didengar oleh pihak pimpinan.

Beberapa hari sebelum Judicium 2, mahasiswa 2007 diberitahu lewat jarkom yang mengatakan bahwa persyaratan seleksi Gunma bisa dilihat di SBK. Sayang sekali, saya sudah di Tasikmalaya. Karena bingung dengan persyaratannya, saya bertanya pada teman dan membuka situs jejaring sosial tuk mencari tahu. Sempat shock karena menurut status teman, IPK pada transkrip nilai sebagai persyaratan seleksi awal adalah 3,3. Judicium 2 belum dimulai, dan saya sangat berharap hasilnya nanti ajaib dan membuat IPK minimal 3,3 agar saya bisa langsung memulai pembuatan makalah.

H-1 Judicium 2, saya ke SBK dan melihat pengumuman. Alhamdulillah persyaratan IPK bukan 3.3 melainkan diatas 3 (ternyata temanku waktu itu salah ngetik). Esoknya, benar saja IPK hasil Judicium 2 tak sampai pada angka 3.3, tetapi pikiran saya sudah tenang dan tinggal fokus terhadap kerangka ide yang akan dibuat. Karena kans saya tidak terlalu besar, maka usaha yang dilakukan harus sungguh-sungguh.

Makalah yang harus dibuat bertemakan student life,yang  terdiri dari 4 subtopik, yaitu bagaimana pandangan mahasiswa kedokteran mengenai sistem PBL (termasuk kelebihan dan kekurangan), peranan mahasiswa kedokteran dalam pembangunan karakter, tanggung jawab sosial, dan pengembangan penelitian. Tentunya sebagai persyaratan administratif lainnya, mahasiswa perlu menyertakan surat izin dan kesediaan menyediakan uang saku dari orangtua.

Ada 5 aspek penting yang dinilai dalam seleksi pertukaran pelajar ke Universitas Gunma:

Makalah berbahasa inggris (termasuk penilaian presentasi dan kemampuan berbahasa Inggris): 35%

Curriculum Vitae, terutama dalam 3 tahun terakhir: 25%

Transkrip nilai dengan IPK diatas tiga: 20%

Nilai TOEFL diatas 550

Kepribadian

Bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 10, 2010 by in activity and tagged , , , , , .
%d bloggers like this: