Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Melihat dengan Dua Sisi


Saya tidak pernah bangga dengan Unpad. Jangan pernah mau percaya dengan mereka.

Kata-katanya tajam, pun dengan sorot matanya. Padahal ia mengenyam pendidikan di kampus tersebut. (ada beberapa kata yang tidak saya tulis disini. sedih)

Tapi, hati kecil saya berkata: “Bagaimana jika saya ingin percaya dan bangga dengan kampus saya sendiri?”

Masing-masing dari kita memiliki pandangan masing-masing sampai pada akhirnya berakhir pada keputusan bersikap terhadap sesuatu.

Dan saya,selalu disodori dengan fakta bahwa kampus kita sedang berkembang ke arah yang lebih baik. Bahwa kampus tempat saya mengenyam pendidikan dikelola dengan orang-orang profesional dengan loyalitas dedikasi yang tinggi.

Bagaimana mungkin saya bisa membenci sebuah institusi yang didalamnya banyak kebaikan yang saya temui?

Maaf. Bukan berarti saya menutup diri. Kemungkinan orang-orang yang melakukan tindak kecurangan itu pasti ada. Tapi apakah hanya karena segelintir orang tersebut kita harus menggeneralisir semuanya?

Saya, melihat begitu banyak kebaikan dengan mata kepala saya sendiri. Pun dengan dedikasi yang diberikan para dosen di kampus. Mereka memiliki sistem sendiri yang memang benar-benar ditujukan untuk kemajuan pendidikan mahasiswanya.

Ingin saya bertanya, apakah kalian yang berpikir bahwa kampus ini busuk memiliki data yang akurat tentang pemikiran kalian? Ataukah hanya sekedar isu yang dihembuskan oleh kalangan tertentu saja?

Jika kalian berkata banyak korupsi, pernahkah seseorang meneliti hal tersebut? Apakah benar-benar valid? Apakah benar transparansinya?

Kadang-kadang berpikir, pernahkah terpikir kalau apa yang mahasiswa usulkan terhadap pimpinan itu ditolak karena sesuatu hal yang bersifat administratif? Kesalahan format pengajuan proposal, misalnya. Atau karena hal yang melatarbelakanginya kurang kuat sehingga perlu ditinjau ulang? Sehingga mahasiswa kecewa terhadap birokrasi yang ada, padahal sebenarnya itu kesalahan mereka sendiri.

Kadang berpikir juga, pernahkah kalian mencoba tuk duduk bersama, bertukar pikiran dan mencari tahu informasi mengenai apa yang kalian sangkakan tersebut kepada pihak kampus secara langsung? Bukan dari kata si anu, menurut si anu, dll.

Mungkin saya naif, tapi saya hanya belajar tuk percaya. Percaya karena apa yang saya amati dalam keseharian.

Saya juga percaya, dari begitu banyaknya lingkungan dan sistem yang baik, pasti ada orang-orang yang menyimpang. Pun sebaliknya, diantara orang-orang yang brengsek pasti ada orang-orang yang lurus.

Jadi, jangan menutup mata dan menggeneralisir semuanya tanpa informasi yang cukup banyak.

Tiba-tiba saya teringat tentang Badan Hukum Pendidikan. Dari berita, saya mendengar adanya kekhawatiran komersialisasi pendidikan, tetapi yang saya dengar dari seminar di kampus, justru jika disahkan akan lebih memperingan biaya kuliah yang dibebankan kepada mahasiswa. Pun universitas sendiri lebih terbantu dalam hal urusan birokrasi.

Dua sisi yang berbeda, yang pada akhirnya membutuhkan pemikiran dan kajian yang lebih kritis sehingga kita bisa lebih bijak dalam bersikap.

-Inspirasi dari diskusi kecil tentang Unpad dan kuliah Community Research Program-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 17, 2010 by in Kuliah and tagged , , , .
%d bloggers like this: