Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Kepedulian Lingkungan Bermula dari Hal Kecil


Bicara soal lingkungan hidup, hal yang seringkali terpikirkan biasanya mengenai pelestarian alam. Entah itu soal hutan hujan tropis yang hampir terbakar setiap tahun, kasus besar-besaran perburuan paus di perairan Jepang, ataupun soal kampanye anti penggunaan plastik. Dari segi keilmuan, terdapat pula bidang khusus yang mengupas habis tentang lingkungan hidup, yaitu ilmu ekologi. Tentunya sebagai mahasiswa, kita tahu bahwa cakupannya tidak terbatas soal pelestarian alam belaka. Kehidupan manusia itu sendiripun merupakan bagian tak terpisahkan dari lingkungan hidup, termasuk soal kesehatan.

Sebagai mahasiswa, kita dituntut rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Kepedulian juga harus memiliki fokus tujuan agar dapat diusahakan dengan maksimal. Misalnya saja mahasiswa keguruan, alangkah baiknya bila mereka fokus dimasalah pendidikan. Pun dengan mahasiswa jurusan ilmu politik yang memiliki fokus khusus dibidang politik dan mahasiswa kedokteran dibidang kesehatan.

Di Indonesia, khususnya pada masyarakat ekonomi menengah kebawah, kondisi kesehatan masyarakat cukup memprihatinkan. Tengok saja kasus gizi kurang  pada balita di Jawa Barat yang mencapai angka 380.673 dari 3.536.981 balita. Angka yang cukup memprihatinkan juga terdapat pada angka kematian ibu (AKI) yang secara nasional berada pada angka 307 per 100 ribu ibu melahirkan. Pun dengan angka kematian bayi (AKB) tak kalah hebatnya, 63.000 bayi Indonesia (14%) meninggal sebelum berusia 7 hari.

Indonesia merdeka dari kolonialisme sejak 63 tahun silam. Idealnya, pembangunan dan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia sudah setara dengan negara maju. Perlu usaha lebih keras lagi untuk menurunkan  angka-angka tersebut, salah satu indikatornya adalah suksesnya program Indonesia sehat 2010, yaitu AKI 150 per 100 ribu ibu melahirkan dan 40 per 1000 kelahiran. Itu target minimal, karena bila target tersebut tercapai, angka-angka tersebut masih termasuk dalam kategori yang cukup tinggi.

Kontribusi Mahasiswa Kedokteran

Apa yang bisa kita lakukan sebagai pemuda bagi lingkungan?

Kontribusi nyata macam apa yang bisa diberikan dengan kemampuan sebatas mahasiswa?

Pemikiran macam apa yang bisa kita berikan kepada masyarakat dengan titel “Mahasiswa Kedokteran”?

Sudah sewajarnya pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul dalam benak mahasiswa kedokteran. Seorang mahasiswa, meskipun masih dalam kapasitas seorang pelajar, dituntut untuk mengetahui perkembangan lingkungan sekitarnya. Pengamatan terhadap kebutuhan masyarakat harus mulai menjadi perhatian mahasiswa. Harapan kedepannya, dari pengamatan ini, muncul ide-ide untuk mengembangkan masyarakat menuju ke arah yang lebih baik. Sehingga ketika seorang mahasiswa telah lulus dan menjalani profesinya, proses pengembangan tersebut menjadi lebih cepat.

Mulai dari Hal Kecil

Kontribusi mahasiswa kedokteran dibidang kesehatan tidak mutlak harus berdampak langsung kepada masyarakat. Salah satu langkah nyata yang bisa dilakukan adalah merencanakan program-program yang baik dan sederhana dalam upaya pendidikan kesehatan untuk mewujudkan perilaku hidup sehat. Program-program yang baik berorientasi kepada kebutuhan masyarakat itu sendiri. Artinya, setiap masyarakat memiliki ke khasan karekteristik, sehingga kebutuhan masyarakat akan pendidikan kesehatan dan cara penyampaian yang tepat pun berbeda-beda.

Kita bisa memulai dengan hal-hal yang sederhana, yaitu bagian yang  disenangi dan digeluti dalam keseharian kita sebagai mahasiswa. Contoh kecil kegiatan yang bisa kita lakukan adalah pendidikan kesehatan gigi dan mulut, talkshow kesehatan remaja, atau cerdas cermat ibu hamil di tingkat RW. Ada banyak celah pengemasan pelaksanaanya, diantaranya dengan memaksimalkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat setingkat kampus, menjadi aktivis di lembaga swadaya masyarakat (LSM), ataupun program kuliah kerja nyata mahasiswa (KKNM). Karena memulai sesuatu dari hal yang disenangi bisa menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Cara yang paling sederhana dan mendasar tentunya dengan menerapkan hidup sehat sehari-hari, sehingga bisa menjadi contoh bagi orang banyak.

Dukungan Pihak Terkait

Kontribusi mahasiswa terhadap lingkungannya tak akan pernah lepas dari dukungan pihak-pihak tertentu. Pemerintah, selain tentunya terdapat program bagi masyarakat, memiliki program pendukung bagi mahasiswa dalam kepeduliaannya terhadap masyarakat. Misalnya saja direktorat jenderal pendidikan tinggi (Dikti) yang menampung dan membiayai program-program usulan dari mahasiswa melalui program kreativitas mahasiswa (PKM). Begitu pun dengan peran media. Ada banyak media, khususnya cetak, yang memberikan ruang khusus bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasannya.

Semuanya tergantung sikap kita, sebagai mahasiswa, bagaimana memaksimalkan potensi yang ada. Potensi sebagai anak muda, pemikiran yang kritis, dan dukungan dari instansi dan pemerintah terkait.

“Karena hal besar dimulai dari penghargaan terhadap sebuah ide sekecil apapun.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 23, 2010 by in Opini and tagged , , , .
%d bloggers like this: