Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Profil Wilayah Desa Ciheras Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya


Desa Ciheras merupakan salah satu desa yang berada dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Menurut letaknya, koordinat lokasi Desa Ciheras berada pada 107 54’34,61”E – 7 44,18’74” dan 107 58’6,1” – 7 40’15,99” S dengan luas wilayah ± 23, 25 km2. Desa Ciheras memiliki batas wilayah sebagai berikut:

Utara             : Desa Cipanas (Kabupaten Tasikmalaya)

Selatan           : Samudera Indonesia

Barat              : Desa Sancang, Kecamatan Pameungpeuk (Kabupaten Tasikmalaya)

Timur : Desa Ciandum (Kabupaten Tasikmalaya)

Ditinjau dari tata pemerintahannya, desa Ciheras terdiri dari 7 kedusunan, yaitu dusun Ciheras, dusun Cibalanak, dusun Cipari, dusun Cihanura, dusun Cisanggar 1, dusun Cisanggar 2, dan dusun Lembur Tengah. Pemerintahan desa dikepalai oleh kepala desa, sedangkan untuk kedusunan diketuai oleh kepala dusun. Setiap dusun terbagi lagi menjadi beberapa rukun tetangga. Lembaga tertinggi desa adalah Badan Perwakilan Desa yang merupakan badan eksekutif ditingkat desa. Dalam menjalankan tugasnya, seorang kepala desa dibantu oleh sekretaris desa yang membawahi kepala urusan pemerintahan, kepala urusan ekonomi dan pembangunan, dan kepala urusan umum. Selain itu, kepala desa juga membawahi polisi desa, amil, PTD, dan ulu-ulu.

Secara topografi, Desa Ciheras terdiri dari 2 bagian, yaitu dataran sepanjang daerah timur hingga selatan dan perbukitan landai tinggi sepanjang daerah utara hingga barat. Keadaan tanah umumnya berupa pasir yang mengandung pasir besi, terutama dibagian garis pantai selatan. Sedangkan untuk daerah utara, tanahnya merupakan tanah biasa. Kondisi geografis yang beragam memunculkan pemanfaatan yang beragam pula. Didaerah dataran, terdapat banyak pohon kelapa, albasiah, dan sawah tadah hujan. Pada daerah tepi pantai, terdapat kegiatan pengerukan pasir besi dibagian barat desa Ciheras dan beberapa usaha tambak udang dan ikan.

Akses menuju desa Ciheras cukup mudah. Dari Kota Tasikmalaya, terdapat bis jurusan Tasik-Ciheras dan Tasik-Pameungpeuk untuk mencapai desa ini. Kondisi jalan utama tergolong baik, berupa aspal yang dibangun dari dana PNPM. Namun, akses dari dusun ke dusun tidak sebaik jalan utama. Masih ada jalan berupa bebatuan, tetapi masih bisa dilalui kendaraan dengan baik.

Kondisi jalan terparah adalah jalur menuju desa Cisanggar yang biasa ditempuh selama 1,5 hingga 2 jam dengan menggunakan motor trail dari kantor desa. Jika hujan, medan lebih sulit lagi dan nyarus tak bisa dijangkau karena kondisi jalan semakin memburuk karena hujan. Hal ini diakibatkan oleh seringnya keluar masuk truk dengan muatan yang melebihi kapasitas badan jalan (menurut informasi yang kami dapat, kondisi jalan sempat bagus setelah pembangunan dari dana PNPM, tetapi sekarang kondisinya sangat parah).

Kondisi alam di desa Ciheras bisa menimbulkan beberapa potensi bencana, salah satunya adalah gempa yang beberapa tahun terakhir sering terjadi di daerah selatan pulau jawa. Kejadian yang sering terjadi adalah infeksi malaria dan yang sedang mewabah sekarang adalah chikungunya.

Dibidang pendidikan, institusi pendidikan yang berada di desa Ciheras terdiri dari jenjang TK hingga SMP. Pendidikan lain yang terselenggara adalah sekolah diniyah untuk anak sekolah dasar. Terdapat empat SD negeri, satu MI, dan satu SMP, yaitu SDN Ciheras, SDN Datarkihiang, SDN Cisanggar, SDN Cipari, MI Al-Hasanah, dan SMPN 3 Cipatujah.

Pendidikan yang ditempuh oleh masyarakat umumnya hanya sampai tingkat SMP, tetapi sejak 3 tahun yang lalu, terdapat peningkatan minat diantara murid SMP untuk meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Akses terhadap lembaga pendidikan terkendala sarana transportasi. Karena jarak antar dusun relatif jauh dan tidak semua dusun terdapat lembaga pendidikan.

Secara umum masyarakat desa yang berjumlah 5.583 jiwa dan 1.601 KK (data tahun 2009) ini  bermatapencaharian sebagai petani. Mata pencaharian lainnya adalah peternak (baik sapi maupun kambing), buruh, PNS, dan wiraswasta. Sedangkan dibidang kesehatan, terdapat beberapa masalah terutama penyakit infeksi. Pada musim kemarau, seperti daerah pesisir pantai pada umumnya, banyak warga yang terkena malaria. Kegiatan KKNM kami berlangsung dalam musim penghujan. Dalam pemetaan sosial ditemukan kasus infeksi baru di desa Ciheras sejak bulan Mei 2010, yaitu Chikungunya yang telah menginfeksi lebih dari 100 penduduk dalam kurun waktu 3 bulan. Sarana dan prasarana kesehatan bagi masyarakat adalah puskesmas pembantu pembantu, poliklinik desa, posyandu.

Pusat keagamaan adalah mesjid yang terdapat hampir disetiap kedusunan. Penduduk Ciheras mayoritas beragama islam. Setiap minggunya terdapat pengajian rutin, ada yang khusus untuk ibu-ibu dan ada yang untuk umum.

Dibidang ekonomi, komoditas pertanian  yang biasa ditemukan adalah gula merah, pisang, kelapa, kayu albasiah yang diolah dari sumber daya alam. Pola tanam tanaman tidak beraturan dan tidak ada irigasi sehingga pengairan untuk sawah adalah tadah hujan. Sedangkan untuk perikanan terdapat tambak dan untuk peternakan jenis ternak yang dipelihara adalah sapi, kambing, dan bebek. Pola melaut para nelayan adalah menjala dengan pemanfaatan hasil berupa ikan asin dan usaha warung makan. Jangkauan pemasaran hasil perikanan ke daerah Tasikmalaya dan Cirebon. Pola ternak para peternak adalah cara konvensional, yaitu ternak dibiarkan merumput di lapang atau diberi makan di kandangnya. Pakan bagi ternak berupa rumput alami, ampas tahu, dan konsentrat. Tingkat produksi sangat baik, apalagi kelompok peternak mendapatkan bantuan dana untuk penggemukan sapi dari pemerintah. Calon pembeli biasanya datang langsung kepada peternak.

Seperti daerah pantai pada umumnya, pantai desa Ciheras memiliki keindahan tersendiri yang bisa dijadikan potensi wisata. Salah satu daerah pantai yang indah berada di daerah bubujung yang masih alami dan memiliki pantai karang dibagian selatan serta ngarai yang indah dibagian utara, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Kedepannya diharapkan potensinya bisa lebih maksimal, ditambah lagi dengan sarana transportasi jalur selatan yang sedang dalam proses penyempurnaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 23, 2010 by in activity and tagged , , , , .
%d bloggers like this: