Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Selenium sebagai Antikanker Prostat


Prostat

Saya hanya ingat ketika siaran, salah seorang pendengar khawatir dengan kata prostat. Asosiasi prostat nampaknya tertanam kuat tentang keganasan (kanker).Prostat sendiri merupakan salah satu kelenjar dari organ reproduksi pria, yang fungsinya untuk memberikan sifat basa pada cairan semen (mani) agar sperma dapat bertahan hidup dilingkungan asam di organ reproduksi wanita. Secara anatomi, letak prostat berada tepat dibawah kantung kemih, membentuk cincin pada saluran kencing dibawah organ tersebut.

Jadi, sudah jelas. Prostat dan keganasan kanker prostat adalah dua hal yang berbeda. Akan tetapi, kanker prostat kini cukup menyita perhatian. Selain karena kekhawatiran terkait organ reproduksi, angka kesakitan (terutama saat berkemih) dan angka kematiannya pun cukup tinggi bila tidak ditangani dengan segera.

Dilihat dari perjalanan penyakitnya, kanker prostat masih belum dapat diketahui dengan pasti penyebabnya. Tetapi diyakini bahwa umumnya penyakit ini diawali oleh peradangan yang berlangsung lama (kronis) dan akhirnya merubah sel-sel prostat menjadi ganas dan tak terkendali pertumbuhannya.Radang pada kelenjar prostat tak harus selalu karena infeksi bakteri. Namun karena posisi anatomi prostat ‘kurang menguntungkan’, kelenjar ini memang lebih rentan terhadap infeksi bakteri. Diantaranya dari golongan E. coli, Klebsiella, Enterobacteria, Proteus, dan Serratia.

Proses radang atau inflamasi yang menjadi pencetus kanker masih belum diketahui. Teori lama berhasil menemukan bahwa pertumbuhan sel tak terkendali pada kanker terjadi karena adanya ‘kekacauan’ regulasi di dalam sel itu sendiri. Akan tetapi, teori baru telah berkembang jauh lebih pesat. Ada mekanisme lain yang mengatur regulasi sel agar semua proses kehidupan dalam sel berjalan dengan baik. Salah satunya adalah sistem imun dalam tubuh (daya tahan) yang berperan penting dalam proses inflamasi.

Bagaimana proses imun dalam tubuh terjadi? Bayangkan saja sebuah transmisi elektronik dalam perjalanan telekomunikasi dari telpon rumah ke telpon selular. Awalnya mengangkat telpon, menekan tombol, kode nomor berfungsi sebagai sinyal dalam serat optik, kemudian disampaikan kepada satelit penerima yang nantinya akan mengirim sinyal ke pemilik telpon selular, dan Kring.. Kring..! Begitu pun proses yang sama terjadi ketika dua orang saling berbincang dalam telpon. Setidaknya ada 6 langkah yang harus dijalankan. Tidak boleh ada yang terlewat dan susunannya tidak boleh berubah. Salah satu menghilang, maka proses selanjutnya akan terhenti atau terjadi gangguan saat proses komunikasi berlangsung.Begitu pun dalam proses pembentukan sel kanker. Ada sinyal-sinyal yang hilang dalam perjalanan yang membuat perkembangannya tak terkendali. Sehingga untuk memunculkan atau menghilangkan sinyal merugikan ini, diperlukan pengaruh zat lain.

Hari ini, saya kembali ikut IM3 untuk bermain (buat cari suasana baru). Topik hari ini mengenai mekanisme sebuah zat yang dapat menghambat pembentukan mediator inflamasi dalam tubuh. Kenapa harus dihambat? Karena ternyata, pada kondisi normal, mediator inflamasi memang memberi efek menyembuhkan. Tetapi pada kasus keganasan, mediator ini membantu sel kanker untuk terus berkembang. Sehingga perlu dihambat.Adalah selenium, mikronutrien yang berperan dalam berbagai fungsi normal tubuh termasuk sistem imun. Selenium juga berperan penting dalam pertumbuhan dan kematian sel. Sedangkan TLR4 (toll-like receptor) merupakan salah satu mediator inflamasi dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing, seperti bakteri, jamur, dan virus.

Penelitian terbaru menemukan bahwa infeksi kronis dan proses inflamasi dapat mengakibatkan tumorigenesis (pembentukan sel tumor) melalui aktivasi TLR4. Efek lebih lanjut, aktivasi TLR4 ini bisa merangsang sel kanker (karsinogenesis) dengan membuat daerah inflamasi yang mendukung sel tumor untuk terus tumbuh. Selain itu, terjadi penurunan imun tubuh akibat inflamasi kronis. Dalam kasus kanker prostat, terdapat ekspresi TLR4 yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel tumor, serta penyebaran sel kanker dalam tubuh (metastatis). Proses ini terjadi karena TLR4 menurunkan imun tubuh melalui senyawa TGF-b1 dan faktor pembentuk pembuluh darah VEGF.

Jika kita kembali pada analogi transmisi elektrik pada kabel telpon, maka proses dalam kanker prostat yaitu: infeksi mengaktifkan TLR4, kemudian TLR4 mengakibatkan terekspresinya TGF-b1 dan VEGF yang akhirnya mendukung sebuah lingkungan untuk sel kanker berkembang. Tentu prosesnya tidak sesederhana itu, masih ada sinyal-sinyal kimia dan ekspresi gen yang terkait dalam proses tersebut. Efek selenium sebagai antikanker bekerja pada jalur sinyal dari NF-kB. NF-kB merupakan jalur sinyal penting perkembangan tumor dalam kelenjar prostat. Sehingga diharapkan, selenium dapat menghambat perkembangan kanker prostat dengan menekan aktivasi sinyal TLR4-NFkB. Penelitian yang berlangsung di laboratorium menunjukkan bahwa diperlukan tambahan lipopolisakarida untuk memberikan efek terhadap sinyal target.

Akan tetapi, pengaruh selenium sebagai antikanker pada kanker prostat sangat tergantung pada dosis pemberian. Sehingga selenium belum digunakan sebagai tambahan dalam terapi kanker. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mekanisme kanker cukup kompleks sehingga penanganannya tidak cukup hanya dengan satu cara. Ini terkait dengan banyaknya sinyal, selain regulasi sel itu sendiri yang berperan dalam pembentukannya. Maka benarlah pepatah mencegah lebih baik dari pada mengobati.

8 Februari 2011.

ditulis untuk membunuh kebosanan dalam perjalanan Bandung-Jatinangor seusai mengikuti Journal Reading.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 25, 2011 by in activity, kesehatan.
%d bloggers like this: