Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Mudik


Minggu kedua bulan Ramadhan, jalan di Kota Bandung masih sama seperti biasa. Macet di daerah Pasteur pada malam minggu, ramai orang berbelanja kebutuhan lebaran di Pasar Baru, hingga mahasiswa yang masih berkegiatan di Kampus. Pun dengan terminal bis Cicaheum, masih sama seperti biasa, belum ada tanda-tanda kenaikan jumlah penumpang untuk mudik. Mudik tak milik orang Indonesia pada saat musim hari raya tiba. Mudik terbesar terjadi pada bulan Februari di China, saat perayaan imlek dimulai. Tak kurang dari 1 milyar manusia ikut andil dalam fenomena tahunan ini.

gambar dari carrefour.co.id

gambar dari carrefour.co.id

Pada umumnya, masyarakat mempersiapkan bekal mereka untuk pulang ke kampung halaman satu minggu sebelum hari raya berlangsung. Daftar kebutuhan pun mulai disiapkan jauh-jauh hari, mulai dari suvenir khas kota perantauan, pakaian jadi, makanan, hingga angpau untuk dibagikan pada handai taulan di kampung. Tak lupa kendaraan pun dipersiapkan agar tampil prima selama perjalanan.

Dari semua persiapan hingga pelaksanaan mudik, kendala yang sering dikeluhkan selama mudik adalah besarnya pengeluaran yang kadang tak terkendali. Hal ini biasanya muncul karena adanya pengeluaran ekstra, yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal. Misalnya saja kegiatan mentraktir, terlalu belanja banyak oleh-oleh, hingga berwisata tak sesuai rencana. Alasan satu tahun sekali seolah menjadi sebuah pembenaran tersendiri, namun bila kita tak bijak dalam mencermati, akhirnya malah bisa menjadi mala petaka.

Berikut tips-tips untuk mengatur keuangan agar tidak overbudget:

1. Buat cash and flow yang jelas sejak awal.

Pembukuan memang sedikit merepotkan, terutama bagi orang yang belum terbiasa. Akan tetapi, jika kita terbiasa melakukannya sejak awal, jumlah uang kita dapat terlihat dengan jelas, sehingg lebih memudahkan dalam pengelolaannya. Kebiasaan yang sering muncul saat mudik adalah tak mengindahkan cash and flow, tak heran kantung pun akhirnya jebol.

2. Pisahkan tiap kebutuhan dalam amplop khusus.

Terkesan pelit, tetapi kita perlu mempertimbangkan kebutuhan harus dipenuhi dan yang tidak perlu dipenuhi. Misalnya saja uang angpau. Tentukan siapa saja yang akan kita beri, jumlahnya, dan pisahkan dalam amplop terpisah. Contoh lain adalah anggaran makan, jangan sampai melebihi batas ‘jatah’ karena masuk restoran yang tak sesuai budget. Ingat! Mudik itu yang penting adalah kebersamaan, bukan semata berwisata dengan mengeluarkan uang banyak.

3. Rencanakan keberangkatan jauh-jauh hari.

Bagi pemudik dengan transportasi udara, harga tiket pesawat punya andil besar dalam menguras isi kantung. Sejak beberapa bulan sebelumnya, kita bisa mulai mencari harga tiket pesawat di internet untuk mendapat potongan harga. Semakin jauh pembelian tiket, biasanya harganya semakin murah dan kita bisa mengalokasikan dana ke sektor lain.

Meski mudik sudah menjadi tradisi yang kuat di masyarakat Indonesia, namun bukan berarti kita harus memaksakan diri untuk pulang kampung setiap tahun. Perencanaan sejak awal harus dipertimbangkan agar tak menimbulkan kesusahan bagi diri sendiri. (alma)

*Tugas menulis SMTJ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 29, 2011 by in Opini.
%d bloggers like this: