Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Self Reading: Membangun Mesin Reproduksi Pengetahuan


Membangun Mesin Reproduksi Pengetahuan

oleh A. Chaedar Alwasilah

gambar dari educationfuture.info

gambar dari educationfuture.info

Tulisan asli dapat di baca disini

 Tulisan dimulai dengan deskripsi secara global, dimana kita sebagai pembaca diajak memasuki penilaian dunia mengenai sebuah pendidikan yang sukses. Dalam hal ini, penulis mengutip kategori 200 universitas di dunia.

Nominasi universitas di dunia tak main-main. Setidaknya ada 5 kategori yang digunakan sebagai penilaian yang mencerminkan keunggulan sebuah sistem pendidikan yang sedang berlangsung. Kelima hal tersebut yaitu penilaian oleh teman sejawat (peer reviewing), jumlah dosen asing, jumlah mahasiswa asing, rasio dosen-mahasiswa, dan citation. Citation atau sitasi merupakan jumlah karya tulis yang dihasilkan oleh dosennya dan dikutip di forum dunia.

Hari ini, pidato dekan FK Unpad di acara sumpah dokter 2006 menyebutkan tantangan yang akan dihadapi para akademisi di masa depan. Ketika awalnya sebuah institusi dituntut memiliki kualitas SDM yang berkualitas, maka selanjutnya paradigma tersebut akan berubah. Tidak hanya SDM semata yang kita butuhkan, produk dari SDM tersebut yang jauh lebih krusial dan kita butuhkan nantinya. Produk nyata penilaian universitas adalah hasil dari budaya tulis para dosennya. Karena bagaimanapun hebatnya fasilitas fisik yang dimiliki oleh sebuah universitas, tetap saja akan di cap memble jika dosennya tak berbudaya menulis (meneliti).

Setelah diawali dengan pemaparan global yang mencatut beberapa fakta terpercaya (serta sindiran halus terhadap kualitas negeri kita), penulis masuk ke segmen berikutnya, yaitu definisi. Definisi yang diangkat sesuai tema yang dibahas, yakni reproduksi pengetahuan. Lagi-lagi, selain pemaparan deskripsi, penulis memberikan kategori penilaian. Ini cukup menyenangkan karena pembaca diajak menelaah lebih jauh. Bagi penulis, ini cukup penting untuk menyisipkan argumennya secara tak sadar dalam benak pembaca. Reproduksi pengetahuan/ilmu adalah olah ulang Iptek yang didapat dari sumber-sumber lain. Ada 2 indikator utama, yaitu disajikan dalam bahasa nasional dan ditulis dalam konteks pemahaman lokal (ada kedekatan/approximity).

Bagian selanjutnya adalah komponen reproduksi. Komponen-komponen yang terdiri dari 5 bagian berperan penting dalam pergerakkan roda mesin reproduksi ilmu pengetahuan. Di antaranya iklim kondusif seperti penghargaan, pusparagam sumber, kemampuan membaca kritis, wacana akademik membantu dosen dan mahasiswa menulis sesuai standar internasional, dan penguasaan bahasa Inggris. Bagian menariknya, penulis beropini tentang kelemahan kaum intelektual Indonesia yang rencah menulis, sehingga proses reproduksi pengetahuan pun terhenti. Ada pula contoh kasus plagiat yang pernah muncul beberapa waktu lalu.

Tidak cukup berteori, seyogyanya ada langkah berani yang harus diambil, yakni pembenahan manajemen keilmuan internal di tingkat universitas. Harus ditanamkan dengan kuat bahwa gelar tinggi tak akan ada artinya jika tak menghasilkan sebuah produk yang dapat menjadi tolak ukur sebuah kualitas di kancah internasional. Selain itu, penulis juga memberikan solusi berupa pengadaan mata kuliah khusus mengenai academic writing dan kewajiban dosen untuk memproduksi buku.

Terakhir, penulis membuat sebuah tema baru yang merangkum semua ide dari tulisannya. Sebuah ending yang menggantung dan membuat pembaca semakin berpikir, tidak menganggap tulisan berlalu begitu saja di dalam pikiran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 2, 2012 by in activity and tagged , , , , , , .
%d bloggers like this: