Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

taqwa menurut bahasa


Saya: Ustadz, taqwa itu asal katanya apa? Karena saya cari-cari di kamus, sepertinya bukan dari kata taqa, ataupun qawa.

Ustadz: memang ga akan ketemu, karena asal kata taqwa itu dari qowaa, artinya menghindar.

Saya: (dalam hati) He? Jauh amat!

Tapi dipikir-pikir wajar saja. Toh dalam bahasa Inggris ada kata went yang asalnya dari kata go. Benar tidak?

Kata taqwa, sering sekali kita dengarkan. Bahkan mejadi orang yang bertaqwa itu memang harus diusahakan.

Saya mau sedikit sharing tentang kata taqwa. Sumbernya berasal dari penjelasan selama mengikuti kelas bahasa arab di salman. Tentu ada beberapa opini yang saya tambahkan.

Kita mengenal konsep Iman, Islam, dan Ihsan. Adapula taqwa, yang sebenarnya dekat sekali kaitannya dengan Ihsan. Dalam hidup, sebenarnya cukup berpegang teguh pada 3 kata tersebut, yaitu Iman, Islam, dan Taqwa.

Iman adalah sesuatu yang sangat mendasar. Akar dari alasan kita hidup di dunia. Tempat kita melabuhkan perasaan cinta, yaitu pada sang Ilahi. Karena mencintai, ada alasan untuk terus berjuang dan berharap. Ada keinginan untuk selalu berdekatan dengannya. Namun terkadang, pencarian akan iman berbeda bagi setiap orang. Kuncinya adalah terus mencari dan ikuti kata hati yang membuat bahagia. Karena sang Ilahi, pastilah memberikan petunjuk bagi manusia yang mencari keberadaan-Nya.

Kemudia yang kedua, Islam. Tentu ketika alasan hidup muncul, kita perlu sesuatu sebagai pedoman. Karena rasa cinta, timbul keinginan untuk semakin dekat. Lalu secara sadar, mulai mencari hal-hal yang akan membuat kita semakin rapat dan membuat yang dicintai berpaling pada kita. Ada kitab sakti yang dijadikan pedoman, yaitu Al-quran. Tidak semua isi Al-quran kita mengerti, maka muncullah beragam pertanyaan. Maka, bertanya pada orang yang tepat adalah kunci jawabannya. Misalnya saja ketika kita membaca SMS alay, kalau tidak terbiasa, kita pasti bertanya pada teman, bukan?

Pelajari pedomannya itu dengan sungguh-sungguh. Yakin, akan dimudahkan, karena Allah sudah menjanjikan bahwa Al-quran itu mudah dipelajari. Awalannya mungkin sulit, sama sulitnya dengan adaptasi kuliah semester pertama. Tapi percayalah, jika sudah terbiasa, maka segalanya akan jadi lebih mudah.

Ketiga, Taqwa. Taqwa berasal dari kata waqa, yang artinya menghindar. Dalam konteks pemaknaan didalam al-quran, kata menghindar ini ditujukan pada hal-hal yang bersifat destruktif. Misalnya saja tidak berzina, karena itu akan merusak tatanan sosial dan menghancurkan nama baik keluarga besar. Atau menyaring informasi yang tidak penting agar tidak mendestruksi pikiran kita. Wajar bukan, orangtua memilihkan channel TV untuk anaknya? Itu juga bagian dari makna taqwa.

Jika dikaitkan dengan kesehatan, orang bertaqwa pasti tidak akan makan sembarangan. Ia akan berpikir tentang porsi yang cukup, kandungan gizi yang seimbang, dan tentu kemampuannya dalam membelanjakan. Ia akan mempertimbangkan apakah makanan yang ia makan akan merusak sistem pencernaannya, atau membuatnya menjadi malas jika kekenyakan. Sehingga dalam Islam, makanan itu tidak hanya sekedar halal, tetapi juga harus tayyib (baik).

Semoga bermanfaat. Insya Allah pembahasan selanjutnya, tentang kata kutiba…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 7, 2012 by in Uncategorized and tagged , , .
%d bloggers like this: