Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Komunitas Membaca Kitab di Bandung


Gambar dari sini

Pernah dengar istilah komunitas baca kitab?

Saya juga baru dengar ada istilah itu minggu lalu. Jadi, itu tempat berkumpulnya orang-orang yang punya minat serupa: mempelajari kitab. Kitabnya apa? Tentunya tergantung mereka sedang membahas apa. Tapi yang jelas, mereka mengkaji agama islam. Sumbernya bukan buku terjemahan, tetapi langsung dari penulisnya. Kesimpulannya, pakai bahasa arab gundul.

Secara sengaja, ternyata apa yang saya lakukan tiap minggu sore di Salman, itu juga komunitas baca kitab. Apa yang kami pelajari? Kami mempelajari kitab mengenai tafsir. Bukan, bukan tentang menafsirkan ayat-ayat Al-Quran. Kitab yang kami kaji adalah tentang bagaimana para ulama terdahulu menafsirkan Al-Quran. Ada aturan-aturan ketat dalam proses tersebut. Sehingga tak heran, kemurnian pemahaman Al-Quran, masih terasa sampai sekarang.

Semakin tahu prosesnya, semakin besar rasa kagum dan keyakinan pada Al-Quran. Karena memang, Al-Quran itu Sang Maha Penciptanya sendiri yang ‘menulisnya’. Saya beri contoh dari segi bahasa ya.

Orang bilang, bahasa Arab itu kaya akan makna. Bahkan kalau niat mencari, ada lho buku khusus tentang makna kata. Salah satu kekuatan bahasa Arab adalah keaslian bahasanya. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang banyak mengambil kata serapan.

Disini perjuangan para mufasir (para penafsir al-quran). Mereka tidak sekedar berpegang pada kamus besar bahasa arab. Pada setiap kata, mereka akan mencari tahu bagaimana peran kata tersebut di kalangan bangsa arab. Bahkan Imam Syafii ra mempelajari bahasa arab lebih dari 10 tahun. Padahal jelas-jelas dia orang arab.

Penelitian kata tidak hanya 1 bani (suku), tetapi juga pada suku yang lain. Misalnya kata nafsi, yang kebanyakan suka di arab mengartikan jiwa. Pemaknaan di dalam Al-quran, seseorang dapat berubah lebih baik dengan merubah jiwanya.

Pada suku arab lain, ada yang menggunakan kata nafsi untuk darah. Sehingga kita bisa memaknai pula, jika ingin berubah, maka ubahlah darah kita. Dalam dunia kedokteran, komposisi darah yang baik akan membawa kita pada kesehatan yang prima, pun sebaliknya. Seperti gula darah atau kolesterol yang terlalu tinggi dapat menjadi sumber penyakit. Kesehatan juga mempengaruhi kualitas hidup, bahkan ibadah seseorang. Maka tak heran, orang yang sakit, harus merubah pola makan dan makanannya, agar komposisi darahnya berubah. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika seorang muslim memperhatikan makanannya.

Semoga bermanfaat.

Kelas kami di Salman, namanya bahtsul kutub, setiap hari minggu pukul 16.00-17.30. Tempatnya di lantai 2 gedung back office salman. Meskipun pakai arab gundul, tapi nanti diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Percayalah, diskusi ilmunya akan jauh lebih bermanfaat dibanding kekhawatiran tidak bisa berbahasa arab. Yuk, gabung!🙂

One comment on “Komunitas Membaca Kitab di Bandung

  1. Dini Novia Lestari
    February 13, 2013

    bleh mnta alamat lengkapnya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 8, 2012 by in activity and tagged , , , , , .
%d bloggers like this: