Never Ending Study

sebuah pembelajaran tiada henti

Day 1: An-Naba


Semoga Allah SWT memudahkan kita dalam memahami Al-Quran.

Sebelum memulai, Ust. Nouman Ali menyampaikan, bahwa:

Kekuatan al-Quran adalah sulitnya ditranslasikan (diterjemahkan kedalam bahasa lain).

Bismillahirrahmanirrahim,

Didalam Al-Quran, sebuah kabar/berita disampaikan dalam 2 istilah:

  1. Khabr: digunakan untuk menyampaikan hal kecil.
  2. Naba ( النَّبَإِ): dipakai saat memberitakan hal besar, yang karenanya dibutuhkan sebuah tindakan besar. Naba itu contohnya seperti peringatan tsunami; artinya sebuah kota harus bersiap untuk bertindak mengevakuasi warganya yang tinggal disekitar pantai.

Didalam Al-Quran, ketika Allah menyebut dengan kata Naba, artinya sesuatu itu harus diperhatikan dengan “Sangat Serius”.

“Tentang berita yang besar,”      –  عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ

Lafaz A’dzim (عَظِيمِ) disini artinya tidak hanya sekedar besar, tetapi ia sesuatu yang solid, yang tidak mungkin bisa tercerai-berai atau dihancurkan oleh kekuatan apapun.

Pemaknaannya adalah: Allah SWT sudah menyiapkan sebuah “event” yang besar, ter-“setting” (terencana) dan kita sebagai manusia tidak bisa merubahnya. Tentang apakah itu? Yaitu hari akhir.

“yang mereka perselisihkan tentang ini.”      – الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ

Dan perselihan mengenai berita besar ini ternyata sudah berlangsung lama dari generasi ke generasi, bahkan hingga sekarang.

Pertanyaannya, kenapa sampai sekarang pun masih menjadi perselisihan? Hal ini karena kebanyakan dari kita menganggapinya dengan sarkastik, menyepelekan, atau tidak serius. Hal ini karena kita ingin percaya hanya terhadap apa yang ingin kita pelajari.

Allah menjelaskan kekuatan ciptaannya. dengan membuat perbandingan dengan menunjukkan betapa incapablenya kita.

Salah satunya, Allah menyebutkan bahwa Ia menciptakan segala sesuatunya berpasangan. Bumi yang terhampar dengan gunung, siang dan malam, (waktu) istirahat dan penghidupan, makhluk yang berpasang-pasangan (Azwaja disini juga berarti Allah menciptakan kita dalam bentuk berpasangan,seperti ada 2 tangan, 2 kaki, jasad dengan ruh,dll). Maka, adalah mungkin bila Allah pun menciptakan kehidupan secara berpasangan (ada kehidupan didunia, ada kehidupan dikematian).

Ketika Allah membuat sesuatu secara berpasangan, ada 2 tujuan. Pertama ada tujuan penting dalam penciptaannya. Kedua, something beautiful will happen.

*Tulisan ini yang saya tangkap dari lecture Ust. Nouman Ali untuk program Ramadhan tentang Q.S An-Naba di Bayyinah TV. Saya tidak sempat menuliskan semuanya karena keasyikan mendengarkan.  Hehe… Semoga saja apa yang saya tulis tidak terlalu banyak melenceng dari maksud asli lecturenya. Selama Ramadhan,saya akan mencoba menulis dan sharing sedikit-sedikit tentang lecture yang saya dengarkan setiap harinya. Insya Allah…
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 27, 2017 by in 30 Nights, 30 Surah, Nouman Ali Khan, Ramadhan 2017.
%d bloggers like this: